Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kanan) tampak canggung duduk di atas kuda Sayyang Pattuqdu yang tak sudi menari selayaknya kuda-kuda lainnya. Seolah kuda itu tahu, yang di punggungnya adalah anak mantan Menteri Agama Indonesia tempo dulu. Pagelaran ini berlangsung di Mamuju, 25 Juli 2017. (Foto: Humas)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Salah satu rangkaian dalam Festival Budaya Islam di Anjungan Pantai Manakarra adalah pertunjukan Sayyang Pattuqdu atau ‘kuda menari’.

Pagelaran ‘kuda menari’ sebanyak 150 ekor ini untuk memeriahkan festival, sekaligus pula sebagai simbolis bahwa telah berlangsung hajatan Khatam A—Qur’an di Mamuju, Selasa, 25 Juli 2017.

Menurut penjelasan koordinator Sayyang Pattuqdu, Abd. Majid, kuda-kuda tersebut sengaja didatangkan dari Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Kabupaten Majene, termasuk yang ada di Kabupaten Mamuju.

Secara rinci Abd. Majid menyebut, 105 ekor kuda dari Polman, 25 ekor kuda dari Majene, dan 20 ekor kuda yang disiapkan di Mamuju.

“Total ada 150 ekor kuda. Sejak kemarin (Senin, 24 Juli, red), mereka sudah ada di Mamuju. Kedatangannya berangsur sampai tadi pagi (Selsa, red),” kata Abd. Majid, yang sehari-harinya sebagai Kepala Seksi Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah Kemenag Kabupaten Mamuju.

Masih Abd. Majid, selain untuk ditunggangi oleh santri yang telah melakukan Khatam Al-Qur’an, ada juga kuda Sayyang Pattuqdu yang akan ditunggangi oleh Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin, Bupati Mamuju Habsi Wahid, Wakil Bupati Mamuju Irwan SP. Pababari, Kapolda Sulbar Brigjen Pol. Nandang serta beberapa pejabat lainnya.

“Kuda Sayyang Pattuqdu berangkat dari halaman parkir d’Maleo Hotel hingga di Anjungan Pantai Manakarra,” kata Abd. Majid.

DIAN HARDIANTI LESTARI/HUMAS MAMUJU

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini