
TRANSTIPO.com, Jakarta – Bupati Mamasa Haji Ramlan Badawi berdiri sigap dengan kepala sedikit tertunduk ketika menyaksikan Haji Sukur, adiknya, bubuhkan tanda tangan di atas kertas.
Pasa hari itu, Selasa, 15 Februari 2022, Muh. Sukur resmi jadi Sekda Mamasa, meneruskan jabatan yang ditinggal Ardiansyah ke Majene.
Sekda Sukur dilantik oleh kakaknya sendiri, Bupati Ramlan. Sebuah anomali dalam pemerintahan modern yang dipandang lumrah saat itu.
Ketika itu– kepada media di Mamasa –Bupati Ramlan menyitir bahasa sederhana dengan mengingatkan publik Mamasa untuk tak kuatir dengan posisi Sukur itu.

Dua tahun tujuh bulan kemudian, Rama Wijaya (25 tahun)– seorang pemuda Mala’bo –menginterupsi ungkapan nasehat Ramlan Badawi kala itu melalui pengeras suara di Jakarta Raya.
Rama, bersama puluhan pemuda dan tokoh masyarakat Kabupaten Mamasa berangkat ke Jakarta pada akhir pekan lalu.
Di Jakarta ia berkumpul dengan pemuda mahasiswa Mamasa. Mereka menyusun agenda tunggal: demonstrasi di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menuntuk segera diperiksa dan ditangkap Sekda Mamasa, Muh. Sukur.
Pada Selasa, 31 Desember 2024, langit Jakarta tampak cerah. Dengan cuasa begitu, Rama ilustrasikan situasi dan kondisi berpihak padanya.

“Jakarta sangat cerah seolah menyambut para demonstran yang hendak masuk ke gedung KPK,” tulis Rama Wijaya dalam keterangannya pada Selasa, 31 Desember, sekitar pukul 20.03 Wita.
Selama persiapan demonstrasi hingga ke titik tujuan aksi Selasa kemarin itu, terpantau dari kebun kopi Mambi, jumlah demonstran tak kurang 70 orang.
Massa aksi dari Kabupaten Mamasa berkumpul di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan tepat pukul 10.00 Wita.
Dari Kuningan mereka menuju ke gedung KPK RI dengan berkendara mikrolet– mobil angkutan umum di Jakarta.
“Sekitar 200 meter sebelum gedung KPK, kami turun dari mikrolet lalu long march ke pelataran gedung KPK,” ujar Rama.

Di depan gedung anti rasuah itu, para demonstran membentangkan spanduk yang tertulis Periksa dan Tangkap Sekda Mamasa.
Rama menyebut bahwa Sekda Mamasa Muh. Sukur menjadi bagian dari masalah di pemerintahan Kabupaten Mamasa, termasuk dengan defisit itu dan ketertunggakan pembayaran di pelbagai hal yang mendesak untuk Rakyat Mamasa.
Pemuda Rama, Gideon, dan Albert lebih awal meyakinkan pihak sekretariat KPK RI bahwa demo kali ini telah melalui prosedur legal turun aksi di muka umum.
Aksi di Jakarta ini telah dikoordinasikan dengan jajaran Polda DKI Jakarta, beberapa hari sebelum hari H aksi massa.

Secara bergantian orator muda Mamasa yang umumnya mantan aktifis mahasiswa di Makassar menyampaikan unek-unek dan tuntutan pedas.
Rama dan kawan-kawan sebenarnya hendak memasuki ruang pertemuan dalam gedung KPK, tapi ekspektasinya ia turunkan setelah negosiasi sejam lamanya dengan pihak staf KPK.
Tiga perwakilan massa aksi dari Mamasa kemudian disilakan masuk menemui komisioner KPK untuk menyampaikan langsung agenda tuntutan demonstrasi dan laporan tertulis yang mereka kemas sejak dari Mamasa.
Di bawah jalan layang di tengah riuhnya kota Jakarta semalam, anak-anak muda Mamasa sempatkan diri bersenda gurau. Dari moment bersahaja itu, jawaban mengalir dari mereka untuk tulisan ini.
SARMAN SHD










SEHARUSNYA KPK BERTINDAK LEBIH CEPAT LEBIH BAIK……KASIHAN MASYARAKAT MAMASA SEMAKIN TERPURUK DAM SEMAKIN HANCUR KARENA ULAH BUPATI LAMA, SEKDA DAN KRONI2NYA YG MENGGEROGOTI ANGGARAN DAERAH UTK MEMPERKAYA DURI, KELUARGA DAN KELOMPOKNYA….AHO KPK JGN TEBANG PILIH DEMI KEPENTINGAN RAKYAT….#komunitasmasyrakatnosu