Proyek Rumah Hijau Hortikultura Gagal di Osango, Kasihan Rp500 Juta

963
PROYEK GREENHOUSE APBD 2024 PEMKAB MAMASA. DESA OSANGO, MAMASA, SABTU, 28 DESEMBER 2024. (FOTO: SARMAN SHD)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Hortikultura sebenarnya bukan hal baru bagi masyarakat Kabupaten Mamasa. Sudah sejak kakek-nenek di waktu lampau, masyarakat pegunungan di Sulawesi Barat ini sudah sangat akrab dengan budidaya tanaman, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, bahkan pelbagai jenis bunga dan obat-obatan.

Pelbagai jenis tanaman hortikultura itu bisa ditanam di kebun, halaman rumah bahkan di pekarangan rumah sepetak dua petak pun. Membuatnya jadi modern oleh Pemkab Mamasa, Sulawesi Barat, ini yang akan jadi bahan cerita, sajian tulisan kali ini.

Sudiarno Allowali (41 tahun), Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian tahun 2020 sampai sekarang.

Penetapan dirinya selaku duta diperkuat Surat Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor: 434/KPTS/SM.020/M/8/2021 tentang Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalann Pembangunan Pertanian.

PROYEK GREENHOUSE PERTANIAN PADA APBD MAMASA 2024 DI DESA OSANGO, KECAMATAN MAMASA. SABTU, 28 DESEMBER 2024. (FOTO: SARMAN SHD)

Sudiarno mewakili Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat dengan Sub Sektor Usaha Hortikultura untuk komoditas Bawang Merah, Cabe, dan Sayuran.

Ia membina Kelompok Tani P4S Marenty Jaya di sebuah perbukitan di Desa Osango, Kecamatan Mamasa.

Di Osango itulah Sudiarno tekun mengolah kebun bersama masyarakat sekitar. Lahannya yang agak curam dari tepian jalan desa hingga di dasar bukit.

Sejak pandemi covid dulu, kebun Sudiarno ini telah menghasilkan beragam buah. Ada alpukat, tomat, kopi, pisang, dan beragam sayuran.

PROYEK GREENHOUSE PERTANIAN PADA APBD MAMASA 2024 DI DESA OSANGO, KECAMATAN MAMASA. SABTU, 28 DESEMBER 2024. (FOTO: SARMAN SHD)

Ia sungguh tekun berkebun. Olahan kebunnya diterapkan ilmu pertanian modern. Ia buat bedeng. Ia buat pipa yang memercikkan air ke seluruh tanaman yang luasnya sekitar 1 hektar itu.

Di dataran awal ketika memasuki area kebun Sudiarno, terdapat dua bangunan kecil, artistik, terbuat dari kayu diatapi seng.

Kedua bungalao di Osango ini dengan fungsi yang beda: yang satu rumah tinggal, dan yang paling depan dijadikan tempat pertemuan, tudang sipulung segenap petani binaan.

Dari pagi pada Sabtu pekan lalu, Sudiarno menuntunkan jalan setelah lepas jembatan belokan ke kanan dari arah kota Mamasa, hingga ke puncak Desa Osango.

PROYEK GREENHOUSE PERTANIAN PADA APBD MAMASA 2024 DI DESA OSANGO, KECAMATAN MAMASA. SABTU, 28 DESEMBER 2024. (FOTO: SARMAN SHD)

Dari belokan jembatan antara kota Mamasa dan Kantor Bupati Mamasa ke kebun Sudiarno jauhnya sekitar 800 meter.

Hampir seluruhnya pendakian. Sekitar 500 meter jalan beton tua, selebihnya masih tanah, berlumpur. Tanah merah itu licin. Butuh kerja ekstra untuk mencapai kebun Sudiarno. Tak semua motor mulus bisa tiba ke sana.

Di bawah dasar kebun Sudiarno itulah sebuah petak berukuran 8 x 16 meter terdapat bangunan proyek Greenhouse (rumah modern untuk hortikultura).

Proyek ini melekat di Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa tahun anggaran 2024. Sejumlah pihak di dinas tersebut telah dilakukan upaya konfirmasi namun belum ada respon.

GREENHOUSE BERBAHAN ALUMINIUM. (FOTO: NET.)
GREENHOUSE BAMBU. (FOTO: NET.)

Proyek rumah hijau hortikultura ini dibiayai APBD Mamasa 2024 untuk tiga titik, dari bacaan pagu APBD masing-masing titik berbiaya Rp500 juta. Total sekitar Rp1,4 miliar lebih.

Tiga titik proyek Greenhouse Modern Pengembangan Komoditas Hortikultura yakni:

Pertama, KWT Sangkutu Pare, Desa Marampan Orobua (DAK Fisil), Kecamatan Sesenapadang (Sespa), pembuatan 15 Mei 2024. Dikerjakan oleh CV Wiratama Cipta Perkasa, Makassar, Sulsel. Nilai harga penawaran dan terkoreksi sebesar Rp457.606.940.

Kedua, KWT Bambaturunan, Desa Osango, Kecamatan Mamasa. Harga penawaran dan terkoreksi Rp453.280.879. Dikerjakan oleh CV Malolo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

PROYEK GREENHOUSE PERTANIAN PADA APBD MAMASA 2024 DI DESA OSANGO, KECAMATAN MAMASA. SABTU, 28 DESEMBER 2024. (FOTO: SARMAN SHD)

Ketiga, KWT Taluduk Desa Malatiro, Kecamatan Tabulahan. Harga penawaran dan terkoreksi Rp420 juta. Dikerjakan oleh CV Mika Konstruksi, Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulsel.

Saat telusur pada Sabtu, 28 Desember 2024, bangunan yang ada di Desa Osango itu terbengkalai. Potongan baja ringan tergeletak tak keruan di tanah. Batu-batu bundar dari kali berhamburan.

Pondasinya belum selesai seluruhnya. Pada pondasi yang sudah ada, tanah di bawahnya sudah berlubang, menganga. (Mungkin) pondasi ini dibuat di atas tanah timbunan yang labil. Ketika hujan turun tanah timbunan dibawa air ke lembah hingga ke sungai di bawahnya. Jadilah pondasi tampak seperti layangan.

Di antara gambar yang ditampilkan di sini, Anda bisa menelisik fisik bangunannya, termasuk kualitas dan progresnya.

Di dua tempat yang lain, Sudiarno skeptis: “Sama juga. Gagal. Dari awal saya sudah bicara dengan pak sekda, tapi jalan sendiri.”

PROYEK GREENHOUSE PERTANIAN PADA APBD MAMASA 2024 DI DESA OSANGO, KECAMATAN MAMASA. SABTU, 28 DESEMBER 2024. (FOTO: SARMAN SHD)

Jika proyek rumah hijau untuk tanaman ini gagal di Osango, desa ini tak bakal kehabisan buah-buahan yang segar. Di Desa Osango yang berbukit-bukit, tanahnya cukup subur. Tanam apa saja tumbuh.

Melempar sepotong kayu ke kebun pun akan tumbuh jua kelak. Begitu perumpaan dengan kesuburan tanah di Osango.

Belum terkonfirmasih menyeluruh ke duta Sudiarno, apa alasannya bersedia memberikan sepetak tanah curamnya di dasar kebun miliknya ke Dinas Pertanian Mamasa.

Kritisisme Sudiarno terkait proyek hijau berbiaya hampir stengah miliar itu, justru menjadi menarik, dan dari situlah awal upaya telusur ke obyek dan tulisan ini dibuat.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini