Nestapa Warga Popenga-Ulumanda

33

Catatan: Jaslan Tanniapa

AKSES jalan yang menghubungkan Desa Popenga dan Desa Ulumanda ke Ibu Kota Kecamatan Ulumanda dan Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), terputus sejak Kamis pagi (18/6/2026).

Diguyur hujan selama tujuh hari, kedua isi bahu jalan kikis hingga longsor parah. Kejadian tersebut bukan baru pertama kali, namun meski sudah berulang kali belum juga ada tindakan pencegahan yang dilakukan pemerintah.

Kini mobilitas dan aktivitas perekonomian warga di kedua desa tersebut terhenti total. Ribuan warga berada dalam kondisi menghkawatirkan, mereka kesulitan mendapatkan pasokan kebutuhan pokok. Kondisi tersebut kemunkinan memburuk, mengingat potensi longsor susulan masih sangat tinggi jika intensitas hujan terus meningkat beberapa hari kedepan.

Pantauan di lapangan, jalur yang longsor tersebut merupakan satu-satunya urat nadi aktivitas warga, satu-satunya akses bagi masyarakat setempat.

“Kami sangat khawatir dengan kondisi ini. Jika penanganan lambat, pasokan makanan dan kebutuhan sehari-hari warga di dua desa bisa benar-benar habis dalam beberapa hari ke depan,” ujar salah seorang warga, Yusdar, yang ditemui di lokasi longsor.

“Kami sangat mengharapkan Pemrov Sulbar memerintahkan dinas terkait untuk segera memperbaiki,” sambungnya.

Bahwa sudah puluhan tahun titik ini tak mendapat perhatian semenjak di tetapkan sebagai jalan provinsi. Mulai dari ruas jalan Desa Tandeallo sampai Desa Popenga Dusun Ba’balombi. Warga berharap ada alat berat yang siap di lokasi.

“Harusnya pemerintah menempatkan satu alat berat khusus untuk memperbaiki jalanan rusak seperti ini,” harapnya

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda kehadiran alat berat di lokasi longsor untuk membersihkan material tanah dan batu yang menutup jalan.

Warga mendesak Pemkab Majene dan Pemprov Sulbar untuk mengistrukikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait untuk segera turun ke lokasi longor melakukan penanganan sebelum dampak isolasi semakin meluas. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini