
TRANSTIPO.com, Mamasa – Pj Bupati Mamasa Doktor Muhammad Zain, M.Ag memimpin Kabupaten Mamasa sejak 8 Januari 2024. Ia menggantikan Pj Bupati Mamasa sebelumnya, Doktor Yakub F. Solon yang pengabdiannya di Mamasa dipercepat atau hanya 3 bulan lebih.
Di masa Yajub F. Solon, ia yang melegitimiasi formal APBD Kabupaten Mamasa tahun anggran 2024.
Pada Kamis, 30 November 2023, DPRD Kabupaten Mamasa mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024 sebesar Rp1,070 triliun.
Namun dalam nota keuangan yang disepakati Pemkab Mamasa dan DPRD Mamasa terdapat defisit anggaran sebesar Rp123 miliar lebih dan kewajiban membayar utang ke pihak ketiga, salah satunya utang pinjaman PEN, maka jumlah APBD yang 1 triliun lebih itu otomatis berkurang.
Rp900-an miliar dalam batang tubuh APBD Mamasa 2024 setengahnya untuk keperluan gaji PNS dan perjalanan dinas mulai dari Pj Bupati Mamasa, Sekda Mamasa, hingga pejabat eselon bertingkat jajaran Pemkab Mamasa.
Selebihnya, sekitar Rp500 miliar dipakai membiayai program-program untuk kepentingan Rakyat di Kabupaten Mamasa.
Telusur media ini, di Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa misalnya, tahun ini teralokasi anggaran pembangunan sekolah baru, seperti pembangunan ruang kelas baru SMP 04 di Kecamatan Tandukkalua dan rehabilitasi sejumlah sekolah menengah dan sekolah dasar di Kabupaten Mamasa.
Pembangunan Ruang Kelas Baru SMPN 4 Tandukkalua, sesuai tanggal kontrak per 27 Desember 2024 dengan besaran dana Rp491.774.624, bersumber dari APBD Kabupaten Mamasa (DAU) Tahun 2024.
Proyek sekolah ini dikerjakan oleh CV AM20. Pada papan proyek diterakan Nomor Kontrak: 420/01/Kontrak-PPK/DAU/M/IX/2024.
Bagian belakang sekolah ini ada sungai kecil. Secara kasat tak ada talud sebagai pengaman landasan bangunan sekolah kalau-kalau terjadi banjir yang berpotensi mengakibatkan bangunan amblas. Pada satu sisi bangunan, terlihat persawahan aktif.

Terancam Putus Kontrak
Kepala Inspektorat Pemkab Mamasa, Inspektur Yohanis, belum bersedia menarik benang merah apa sanksi yang mesti diberikan kepada penanggungjawab proyek SMPN 4 Tandukkalua.
Ia mengaku belum pernah meninjau langsung kondisi fisik bangunan sekolah yang berbiaya hampir setengah miliar itu.
Dihubungi Senin, 23 Desember, pukul 10.56 Wita. Pihaknya sedang mobile dari Makassar ke Mamasa, Yohanis menjawab pertanyaan media ini.
Yohanis mengatakan, proyek SMPN 4 itu jika tak selesai pekerjaan hingga akhir Desember ini bisa dilumcurkan tahun depan, 2025. Ia jamin dana bangunan sekolah itu tetap ada meski pihak pemborongnya sekarang kena sanksi.
“Tapi sudah perusahaan lain yang lanjutkan pekerjaan,” ujar Yohanis di ujung telepon.
Menurutnya, jika memang pada akhir Desember pekerjaan belum selesai ya bisa diputus kontrak.
“Selanjutnya apakah adendum (perpanjangan atau penambahan waktu pekerjaan) atau gimana.” Ia menjelaskan, “Kalau memang sudah selesai waktu kontraknya sementara belum selesai pekerjaan, ya, bisa diputus kontrak.”
Utang Pemkab Kian Bertambah
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa, Rusli, bicara lugas ketika dikonfirmasi terkait pembangunan SMPN 4 Tandukkalua.
Rusli mengatakan proyek sekolah di bawah tanggungjawab dinas yang dipimpinnya itu berbiaya cukup besar.
“Masih ada beberapa sekolah tapi anggarannya kisaran 100-an juta. Itu hanya rehabilitasi bangunan sekolah. Hanya SMP itu yang besar dananya,” ujar Rusli pertelepon.
Dihubungi pada Senin, 23 Desember, sekitar pukul 11.12 Wita. Rusli mengaku kasihan pada pihak yang mengerjakan bangunan ruang sekolah baru SMPN 4 Tandukkalua itu.
“Belum dibayar sama sekali itu. Biar uang mukanya juga belum dibayar oleh keuangan. Malah ada sekolah yang progresnya sudah 90 persen tidak dibayar juga, uang mukanya belum cair,” ujar Rusli.
Lantaran belum dibayar pihak keuangan pemkab, menurut Rusli, kontraktornya sendiri yang talangi biaya pembangunan fisik sekolah.
Jangankan itu, katanya, utang pemkab di dinas pendidikan, sampai sekarang sudah sekitar Rp20 miliar.

Rusli tak habis pikir, jika sampai akhir hulan Desember sejumlah kegiatan di diknas tak dibayar oleh keuangan pemkab, “Bisa sampai Rp30 miliar utang pemda ke kami.”
Utang daerah ke dinas yang dipimpin Rusli kini terjadi sejak tahun 2021, 2022, dan hingga sekarang.
Rusli bilang, untuk anggaran operasional diknas saja baru sekitar Rp40 juta yang dibayar oleh keuangan.
Sembari tertawa, ia sebut, “Makanya, menjadi sejarah baru di Mamasa kantor kami (diknas) sudah dua kali PLN putus jaringan listrik di kantor.”
Keterlambatan turun dana operasional Diknas Mamasa membuat tagihan dana listrik bulanan membengkak.
Informasi lain didapatkan, bahkan Kantor Bupati Mamasa dua bulan lalu pun mengalami nasib sama. Pihak PLN Mamasa memutus aliran listrik di kantor itu.
Terkait hal ini, dikonfirmasi ke nomor kontak layanan penagihan PLN Mamasa namun tak tersambut. Nomor kontak layanan publik itu aktif normal, tapi tak diangkat pihak petugas di sana.
Masih soal dana diknas, Rusli menyebut, seandainya seratusan guru di Kabupaten Mamasa tak melakukan demonstrasi di Kantor Bupati Mamasa pada Kamis, 16 Desember, menuntut pembayaran tunggakan dana sertifikasi mereka, pihak keuangan pemkab tak akan bayar.
“Utang pemkab semakin bertambah, saya tak percaya pencatatan defisit anggaran turun, malah membengkak,” tegas Rusli.
Upaya konfirmasi keoada Kepala Badan Pengelola Keuangan Pemkab Mamasa, Heri Kurniawan secara beruntun pada Senin, 23 Desember, belum tersambut.
Pj Bupati Mamasa Bingung
Pj Bupati Mamasa Doktor Muhammad Zain terbaca seolah bingung ketika menjawab terkait permintaan penjelasan dirinya mengenai pembangunan RKB (ruang kelas baru) SMPN 4 Tandukkalua.
“Oh, ada datanya, ya!” Pj Zain seolah bingung.
Doktor Zain berjanji akan segera mempelajari proyek-proyek yang dibiatai APBD Kabupaten Mamasa 2024.
Ia baru akan kembali ke Mamasa akhir pekan nanti, atau secepatnya. Kini ia di Jakarta untuk bejibun urusan, termasuk hendak memastikan kelanjutan pembangunan pasar baru Mamasa, Rumah Sakit Kondosapata, dan 16 sekolah baru yang akan dibangun Kementerian PUPR (APBN).
“Saya sudah tau pihak Direktur RSUD didemo untuk diganti. Nanti setelah pulang saya pelajari semua,” ujar Muh. Zain di ujung telepon, Senin siang, 23 Desember.
Pj Bupati Mamasa waktunya kian singkat. Masalah sistem keuangan Pemkab Mamasa — yang kerap ia lagukan dalam setiap ceramahnya — telah ia rapikan untuk pijakan masa depan, justru menjadi titik lemah, yang ini berpotensi jadi bidikan untuknya.
Reputasi Doktor Zain sebagai seorang intelektual muda di Kementerian Agama RI dipertarungkan di Mamasa.
SARMAN SHD










Terstruktur
Terstruktur mungkin