Selamat Beristirahat di “Rumah Terakhir”, Tomatua Obednego Depparinding

691
Almarhum OBEDNEGO DEPPARINDING (63 tahun). (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Obednego Depparinding menghembuskan nafas terakhir pada Senin sore, 9 September 2022.

Ia berpulang saat menjalani perawatan intensif di RS Siloam, Makassar, Sulsel.

Esoknya, Selasa, 10 September, mayat Obed diantar mobil Ambulance dengan iringan pengantar cukup banyak.

Sejak sampai di Polewali Mandar (Polman) pengantar bertambah, terlebih ketika memasuki pintu gerbang batas Kabupaten Polman dengan Kabupaten Mamasa di Kecamatan Messawa, tak sedikit warga memasuki barisan iringan kendaraan roda empat (mobil) dan roda dua (motor).

Melewati Kecamatan Sumarorong, Kecamatan Tandukkalua, hingga memasuki Kecamatan Mamasa, tak terhitung lagi banyaknya kendaraan yang ikut menjadi bagian pengantar jenazah Bupati Mamasa kedua ini.

Setelah upacara di halaman kantor Bupati Mamasa dan selanjutnya mayat Obed diserahkan ke pihak keluarga, sejak mulai disemayamkan di rumahnya di Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, tak putus-putusnya orang datang melayat. Warga datang dari berbagai daerah dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Yang datang ada yang Nasrani, ada yang Muslim, dan juga warga penganut Mappurondo — Penghayat Kepercayaan di Kabupaten Mamasa.

Pemandangan ini menjadi bukti sang tokoh terpandang dan dipandang baik oleh banyak orang.

Obednego Depparinding lahir di Mamasa, 5 Oktober 1959 (63 tahun). Memiliki seorang istri bernama Hermin Buntukaraeng dengan dua orang buah hatinya: Edi Depparinding dan Adi Depparinding.

Obed menempuh pendidikan dasar (SD dan SMP) di Mamasa. Ia menempuh pendidikan SLtA di kota: Polewali dan Makassar.

Obed tercatat selaku alumnus Fakultas Sospol Unhas (1987) dan Magister Hukum di UKIP Makassar (2008).

Semasa kuliah Obed aktif di lembaga kemahasiswaan. Tahun 1987 ia pulang kampung dan mulai terlibat di organisasi Partai Golkar, sekaligus mengantarnya menjadi Anggota DPRD Kabupaten Polewali Mamasa untuk tiga periode: 1987-1992, 1992-1997, 1997-1999.

Menjadi Anggota DPRD Kabupaten Mamasa sekaligus didaulat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Mamasa pada 2004 hingga 2008.

Dan, Obed merengkuh jabatan tinggi di kampungnya menjadi Bupati Mamasa pada 2008. Dua tahun lebih kemudian (2011) petaka politik dalam “permainan hukum” menjeratnya. Ia dihukum, yang kemudian teranulir sebagai tersangka yang “tak bersalah”.

Selain aktif di LSM juga kembali menggeluti dunia partai politik bersama Perindo. Partai inilah yang mengantarnya ke DPRD Provinsi Sulawesi Barat (2019).

Dan, pada suatu hari di 2022 lalu, datanglah “panggilan terakhir” Obednego Depparinding. Kabupaten Mamasa berduka sedalam dalamnya.

Tokoh David, bekas birokrat senior Pemkab Mamasa yang juga kerabat dekat Obed bersedia menjawab semua pertanyaan media ini, Sabtu malam, 9 September.

“Upacara pemakaman Alm. Drs. Obednego Depparinding, MH adalah tingkatan tertinggi yang disebut Allun. Almarhum disemayamkan selama 11 bulan,” David dalam keterangan tertulisnya.

SARMAN SAHUDING

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini