Pasar tua Topoyo, Mamuju Tengah, terbakar pada Sabtu, sekitar pukul 24.20 hingga pukul 03.30 WITA. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Pada awalnya mati lampu pada Jumat malam, 30 Agustus 2019, sekitar pukul 22.00 WITA. Beberapa menit kemudian lampu menyala. Sabtu dinihari sekitar pukul 24.00 WITA, kembali mati lampu.

Saat mati lampu itu di kota Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) tiba-tiba terdengar suara riuh oleh orang ramai.

Kru laman ini segera menjejak sumber suara riuh itu yang disertai teriakan, “Kebakaran, kebakaran.” Tak pelak, pasar tua Topoyo yang berada di tengah kota itu terbakar.

Menurut sejumlah sumber yang berada di sekitar pasar Topoyo, diperkirakan kebakaran terjadi sekiar pukul 24.20 dinihari.

Masih di lokasi pasar, terendus keterangan bahwa kebakaran terjadi akibat lilin terjatuh saat menyala. “Kan sementara mati lampu, jadi lilin dipakai sementara,” kata Sirat (51) yang berada di sekitar pasar Topoyo.

Sirat menerangkan, sepertinya konslet sebab tadi malam kira-kira jam 10 lewat sempat mati lampu, beberapa menit kemudian hidup lagi, lalu mati lagi dan sudah tidak nyala-nyala. “Eh, tidak lama itu ada sudah kebakaran. Seperti ada yang konslet,” ujar Sirat.

Ia menambahkan, kabel listrik ini sudah mulai rapuh sebagian jadi cepat apinya menyebar dan menyeberang ke pasar sebelah. “Tapi tidak mungkin juga konslet listrik karena lagi mati lampu,” Sirat heran.

Empat mobil pemadam kebakaran dari pihak Damkar Mateng dan Dinas Sosial Mateng telah berusaha memadamkan api yang sudah membubung tinggi di pasar Topoyo.

Mobil tangki berkapasitas 5000 liter dari perusahaan sawit juga dikerahkan untuk membantu memadamkan api namun si jago merah tak kunjung padam.

Menurut salah seorang warga, Adnan, pemadam dan tim lain dibantu masyarakat sudah maksimal untuk memadamkan api, tapi api memang cepat merembet.

“Seandainya tidak maksimal pemadaman, api masih akan merembet dan nyala sampai sekarang,” kata Adnan.

Sesuai pantauan laman ini, pukul 03.30 dinihari, pasar tua Topoyo sudah habis terbakar.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini