Pakai Truk Bawa Pasien di Malam Gulita dari Botteng ke Puskesmas Mehalaan

722
RUSTAM, warga Desa Botteng dibawa pakai mobil truk ke Puskesmas Mehalaan, Senin, 11 September 2023. (Foto: Wahyu)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Malang nasib Rustam. Dalam kondisi sakit masih harus bertahan dalam guncangan di atas mobil truk.

Meski ia dijaga dan disapih oleh keluarga yang menemaninya, tapi sang pengantar pun ikut merasakan guncangan di jalan rintisan Provinsi Sulawesi Barat yang licin dan batu-batu lepas.

Si pasien Rustam berangkat dari Desa Botteng menuju Puskesmas terdekat di ibu kota Kecamatan Mehalaan, menempuh satu jam lebih perjalanan yang menantang.

Jarak antara Desa Botteng dan Desa Mehalaan, tempat Puskesmas berada, tak begitu jauh atau hanya belasan kilometer. Tapi waktu menempuhnya yang lama akibat jalan rusak.

Dari keterangan sejumlah pihak, satu-satunya mobil ambulance milik Puskesmas Mehalaan, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, sedang rusak.

Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. (Foto: Wahyu)

Lelaki Rustam sehari-harinya buruh harian, tukang. Pada Senin siang, 11 September, ia mengalami kecelakaan ketika sedang kerja borongan. Malamnya, ia harus dibawa ke puskesmas untuk perawatan serius lukanya.

Pada siang, mulut dan telinga Rustam terkuka parah akibat hantaman kayu saat sedang operasikan mesin senso di tengah hutan Botteng.

“Ia sempat pingsan karena pendarahan,” kata salah seorang rekan Rustam. Ia juga bilang, kami harus tandu Rustam dari hutan ke kampung.

Beruntung ada ‘orang kaya’ di kampung Botteng yang sudi meminjamkan mobil truknya dipakai antar Rusram berobat ke ibu kota.

Bukan sekali ini warga yang sakit harus ditandu dan dibawa ke Puskesmas Mehalaan dengan memakai mobil pribadi, bahkan pakai truk seperti yang dialami Rustam.

Kerusakan mobil ambulance di Puskesmas Mahalaan itu bukan sekali ini pula. Entah mengapa setiap ada kerusakan mobil fasilitas yang vital itu tak segera diperbaiki.

Ironi memang kondisi pelayanan kesehatan di pegunungan

Kelapa Puskesmas Mehalaan Nikmat Muslimin belum berhasil mendapatkan penjelasan setelah upaya konfirmasi telah dicoba melalui WhatsApp-nya.

Semoga Rustam bisa menahan sakit dan penderitaan selama di perjalanan datang ke pusat kesehatan masyarakat.

LINTAS SULBAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini