Suntono, Kepal BPS Provinsi Sulawesi Barat (tengah) saat menggelar press conference di Kantor BPS Sulawesi Barat terkait perkembangan indeks harga konsumen di bulan Februari 2018, Kamis, 1 Maret 2018. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik  (BPS) Sulawesi Barat, dari hasil survei di 83 kota di Indonesia pada bulan Februati 2018, Mamuju mengalami inflasi sebesar 0,26 persen.

Hal ini disampaikan oleh kepala BPS Sulawesi Barat Suntono saat menggelar press conference di Kantor BPS Sulawesi Barat, Jalan Martadinata Nomor 10 Mamuju, sekitar pukul 12.00 Wita, Kamis, 1 Maret 2018.

Data BPS Sulawesi Barat menunjukkan, hasil survei harga konsumen dari 82 kota di Indonesia bulan Februari 2018 menunjukkan, ada 50 kota mengalami inflasi dan 27 kota deflasi.

Inflasi tertinggi berada di Jayapura yaitu 1,05 pesen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 131,65 persen dan terendah di kota Palangkaraya, yaitu 0,04 persen.

“Mamuju yang mengalami inflasi 0,26 persen bulan Februari 2018, menempati urutan ke-27 dari 55 kota yang mengalami inflasi,” terang Markus Uda, Kabid Bidang Distribusi BPS Sulawesi Barat.

Suntono menyambung, inflasi di Mamuju terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh peningkatan indeks harga pada empat kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,87 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,16 persen.

Kelompok sandang sebesar 0,04 persen, dan kelompok pendidikan, olahraga, dan rekreasi sebesar 0,01 persen. Sedangkan satu kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar O,02 persen.

“Tingkat perubahan indeks tahun kelender Februari 2018 di Mamuju inflasi sebesar  0,76 persen, sedangkan jika dilihat dari perubahan indeks tahun ke tahun Februari 2018 ke Februari 2017, inflasinya sebesar 2,87 persen,” tutup Suntono.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini