Zain Absen di Natal 25, Natal 28 Kumpul

931
BALIHO BESAR 'PENGUASA' TUNGGAL KABUPATEN MAMASA, DOKTOR MUH. ZAIN DI DEPAN KANTOR BUPATI MAMASA. (FOTO: SARMAN SHD

Dari hati yang lapang terucap Selamat Hari Natal untuk Umat Kristiani

TRANSTIPO.com, Mamasa – Di sebuah titik istirahat di arah barat daerah Sulawesi Selatan di Rabu malam, 18 Desember, 13 kendaraan roda empat sedang terparkir di halaman sebuah warung makan.

Nomor polisi berkode variasi di wilayah Samsat Sulsel, dan di antaranya berplat Sulbar.

Belasan mobil itu penuh penumpang yang datang dari arah Makassar. Para penumpang itu ada yang tiba dari Manado, Sulut, Kalimantan, termasuk yang bermukim di Makassar, Sulsel.

Penumpang itu — yang umumya pemuda-pemudi — diketahui adalah warga Kabupaten Mamasa, Sulbar, yang sedang mudik ke kampung halaman masing-masing di Kabupaten Mamasa.

Seorang lelaki paruh baya sebagai pemilik warung bilang, ini sudah malam ketiga banyak sekali penumpang singgah.

“Ini masih akan berlangsung sampai Sabtu malam, 21 Desember, pak,” katanya dengan wajah mencair, senang.

Pada dinihari mulai pukul 03.00 s.d. 04.30 Wita, mobil angkutan penumpang itu merangsek ke Polewali Mandar. Di daerah Pekkabata, Polewali, mobil-mobil itu berbelok ke kanan menuju Mamasa.

Tak terbilang jumlah pemudik Natal yang menjadi penghuni baru di kota dan sejumlah kecamatan di Kabupaten Mamasa sejak pekan lalu hingga kini.

Kabar dari Jakarta

Dari Jakarta pada Senin, 23 Desember, Pj Bupati Mamasa M. Zain bicara panjang dan lugas pada media ini.

Terkait perayaan Hari Besar Umat Kristiani di Kabupaten Mamasa, puncak Natal 25 Desember, Doktor Zain bilang tak bisa hadir bersama Umat Kristiani di Mamasa.

Ia sadar dirinya selaku pemimpin formal Kabupaten Mamasa, tapi urusan di pusat pemerintahan di Jakarta banyak, pun demi kepentingan kabupaten. Nasib kelanjutan dimulainya pembangunan pasar baru Mamasa, dan pembenahan skala besar RSUD Kondosapata antara lain dari urusannya itu meninggalkan kota Mamasa ke tanah Jawa.

Kabar terbaru dari upayanya di Jakarta melobi Kementerian PUPR di pusat, bakal ada 16 sekolah modern (SD dan SMP) dibangun di Mamasa 2025.

Longsor yang terjadi di sejumlah titik di Mamasa sepekan ini, menjadikan Pj Zain dicibir segenap warga lantaran ia tak berada di tempat.

Meski begitu, komandan PUPR Mamasa, pihak kepolisian, TNI, dan satuan tugas daerah lainnya siaga penuh di titik-titik longsor terjadi. Segala alat pendukung untuk membuka akses jalan dan pembersihan material longsor sigap digerakkan ke lokasi bencana.

Doktor Muhammad Zain meredupkan dua nama figur birokrat Pemkab Mamasa yang mulai digadang-gadang meneruskan sisa masa jabatan Penjabat Bupati Mamasa setelah 8 Januari 2025: saat genap setahun Zain memimpin Mamasa.

Dua nama figur birokrat dimaksud — entah atas izin bersangkutan — adalah Muh. Syukur, Sekda Mamasa saat ini, dan Ernesto Randan, kepala di salah satu OPD Pemkab Mamasa.

Kedua figur itu layak pula di posisi yang ditempati Zain, tentu itu alasan para pihak yang mengusungnya. Tapi mekanisme pergantian untuk kelanjutan sosok penjabat bupati sangat dipengaruhi oleh punggawa di Rangas Baru, Mamuju dan Jakarta.

Di Rangas Baru itu ada Bahtiar Baharuddin, Pj Gubernur Sulawesi Barat saat ini. Terpotret tak sekali dua kali, Bahtiar sering berkunjung ke Mamasa. Bertemu M. Zain — koleganya sesama pejabat kementerian — bahkan rela bermalam di kampung warga di pedesaan jauh, beberapa waktu lalu..

Bahtiar kenal siapa M. Zain di Mamasa. Pj Gubernur Sulbar itu lumrah manakala ia meminta punggawanya di Kementerian Dalam Negeri di Jakarta sekalian memberi waktu satu dua bulan lagi, atau bahkan hingga awal Maret, M. Zain tetap di Mamasa.

Perpanjangan masa jabatan M. Zain sebagai Penjabat Bupati Mamasa kini menemukan muaranya di Jakarta.

Doktor Zain sendiri pun sudah buka suara: DPRD Mamasa kompak dukung.

“Semua fraksi di dewan telah dukung saya (perpanjangan) masa jabatan, dinda,” kata Zain kemarin, yang diperjelas sore tadi, Selasa.

Apa benar pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Mamasa mendukung Anda?

“Oh, iya. Hampir semua fraksi telah dukung,” tegas M. Zain?

Apakah Anda beri mahar ke anggota dewan?

“Nol. Tidak ada itu, dinda,” ujar M. Zain.

Tapi begini, M. Zain hendak menyela, “Jangan arahkan terus soal jabatan ini bos, urusan lain tanyakan. Pak Bahtiar yang urus itu,” katajya.

Zain bilang, “Urusan kepentingan masa depan Mamasa adalah i’tikat saya berjuang di sini (Jakarta) saat ini.”

Terkait perayaan Natal, besok, 25 Desember, M. Zain sebut akan berhari raya besar bersama keluarga besar Kabupaten Mamasa yang ada di Jakarta.

“Nanti Natal Oukumene pada 28 Desember, saya akan hadir. Kita kumpul. Panitia kita bantu untuk kegiatan ini,” ujar M. Zain.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini