Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDTT) dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi, saat tiba di wilayah Transmigrasi Rano, Kecamatan Mamabi, Kabupaten Mamasa, Kamis 20 Februari 2020. (Foto: Wahyu)

TRANSTIPO.com, Mambi – Kedatangan Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDTT) dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi, menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Mamasa, secara khusus Warga Transmigrasi Mambi – Mehalaan UPT Rano.

Wakil Menteri Desa PDTT beserta rombongan, berkunjung ke Transmigrasi UPT Rano, Kecamatan Mamabi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Kamis 20 Februari 2020, kemarin.

Dalam sambutannya, Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi mengatakan, pembangunan transmigrasi merupakan distribusi keadilan. Transmigrasi digenjot untuk mewujudkan pembangunan Indonesia sentris.

Dikatakan Budi Arie, gagasan ini disamapaikan Presiden RI Joko Widodo pada tahun 2014 lalau, dengan tujuan untuk memulai pembangunan dari pinggiran, hingga mewujudkan pembangunan di Indonesia yang merata.

Kata dia, pembangunan Indonesia sentris bertujuan untuk menjadikan anak bangsa dan segenap tumpa darah indonesia menjadi pandu bagi ibu pertiwi. Kenapa demikian, karena negara yang luas seperti Indonesia ini hanya bisa dijaga oleh anak – anak bangsa yang betul – betul mencintai negeri dan rakyatnya.

Menurut Budi Arie, untuk menjaga keutuhan NKRI, yang terpenting adalah saling menjaga antara satu dengan yang lain, tanpa melihat suku, budaya dan agama seseorang.

“Saya bangga dengan warga Transmigrasi Rano, karena walaupun berbeda suku, budaya dan agama, tapi tetap rukun ini yang perlu dijaga terus – menerus,” kata Wamen Budi Arie Setiadi, Kamis 20 Februari 2020, kemarin.

Untuk diketahui, Transmigrasi Mambi – Mehalaan UPT Rano, Kecamatan Mamabi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dibuka sejak tahun 2016 oleh Direktorat Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi (PKP2Trans) Kemendes PDTT dan mempunyai daya tampung sebanyak 250 KK.

Berdasarkan laporan Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Mamasa Hermin Lululangi menyebutkan, hingga saat ini, UPT Rano masih dihuni oleh 205 KK yang mayoritas berasal dari pulau Jawa dan Bali. Rencananya, pada tahun 2020 ,PKP2Trans Kemendes PDTT akan memenuhi daya tampung yang saat ini tersisa 35 KK.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini