
TRANSTIPO.com, Mamuju – Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, di tengah-tengah sambutannya dalam acara Festival Budaya Islam dan Khatam Al-Quran yang diselenggarakan oleh Pemkab Mamuju, mengungkapkan perasaannya setelah menunggangi kuda Sayyang Pattuqdu atau kuda menari dari depan Hotel d’Maleo sampai di depan Anjungan Pantai Manakarra, Selasa sore, 25 Juli 2017.
“Sayang tadi kuda yang saya tunggangi itu tidak menari. Ketika masih di hotel, saya melihat yang akan saya tumpangi itu menari luar biasa. Saya berpikir keras bagaimana kalau saya di punggung kuda itu. Akan jadi apa saya? Tapi ya, saya kan tidak boleh menunjukkan ketakutan saya di depan pak bupati. Jadi meskipun dengan hati yang khawatir saya naik juga,” kata Lukman Hakim yang disambut tawa oleh hadirin.
Lukman bersyukur dan tidak terlalu tegang, dikarenakan kuda yang ditungganginya selama dalam perjalanan menuju Anjungan Pantai Manakarra hanya menganggukkan kepala saat diiringi tabu rebana.
“Tapi nampaknya kuda itu tahu kalau akan ditunggangi oleh seorang menteri agama, jadi dia malu-malu tadi narinya itu. Hanya kepalanya saja yang mengangguk-ngangguk begitu. Jadi saya bersyukur tidak terlalu tegang jadinya,” canda Lukman.
Dalam sambutannya, Lukman Hakim mengapresiasi Pemkab Mamuju yang telah menyelenggarakan festival tersebut.
“Sekali lagi saya merasa bersyukur dan saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Teriring terima kasih yang tiada terhingga kepada Pemkab Mamuju yang telah menyelenggarakan acara yang sangat baik ini,” puji Lukman Hakim Saifuddin.
Lukman meyakini, tradisi Khatam Al-Quran ini sudah menjadi tradisi yang usianya sudah lebih dari ratusan tahun.
Menteri Lukman menghimbau agar tetap menjaga tradisi yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita.
“Ini bagian dari ajaran leluhur kita,” kata Lukman.
Jadi, bagi Lukman, bagaimana kita semua memiliki kemampuan sekaligus kemauan untuk menjaga, memelihara tradisi peninggalan, warisan yang baik-baik yang telah ditinggalkan oleh para pendahulu kita.
“Kita membuktikan sekali lagi, tradisi Khatam Al-Quran ini adalah tradisi yang mungkin usianya saya yakin sudah lebih dari ratusan tahu,” tutup Lukman.
ZULKIFLI









