TRANSTIPO.com, Mamuju – Hari ini, sekitar satu jam lebih lalu, seorang sumber yang tahu persis kejadian meledaknya sebuah pistol di rujab Bupati Mamasa pada Rabu, 24 Juli, sekitar pukul 11.30 WITA itu, ia ceritakan peristiwa yang sebenarnya.
Meski sumber itu tak bersedia ditulis namanya, tapi kronologi singkat yang ia ceritakan pada transtipo, paling tidak menjawab tanda tanya besar terkait peristiwa itu.
Menurut sumber dari rujab Bupati Mamasa ini, biasa memang beberapa polisi sering berkumpul di rujab bupati, ada ajudan pak bupati dan temannya yang lain.
“Sementara main playstation di sebuah kamar di rujab. Anak ini yang bernama Hendrik Wijaya alias Ucok (20 tahun) juga ikut main-main bersama sejumlah anggota polisi itu,” cerita sumber ini.
Ia tambahkan, biasa pistol milik polisi itu ditaruh di kamar saja. “Dan tidak tau mengapa juga ini Utok, yang juga sopir saya, pegang-pegang ini pistol. Ia main-maini malah. Diputar-putar. Bahkan dikasi masuk di ketiaknya,” ceritanya lagi.
“Weeee… tappa mellimpak. Ukdapi too mareak. Issanganna naita rara, mane rantai polek,” kata sumber laman ini di ujung telepon tanpa kabel.
Menurutnya, pada saat pistol itu si Ucok kepit di ketiaknya, saat itulah pistol itu meledak. Ucok tak bergeming. Nanti pada saat keluar darah di bagian bawah ketiaknya atau sekitar dada kiri, barulah si Ucok ketakutan.
“Segera dilarikan ke rumah sakit. Tapi pihak keluarga inisiatif langsung larikan ke Makassar karena kita takut jangan sampai ada apa-apanya. Kan pistol to kakak,” sebut sumber ini lagi.
Kini, sejak malam tadi, Ucok sedang terbaring di salah sebuah rumah sakit di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mendapatkan perawan yang intensif oleh pihak rumah sakit tersebut.
“Ibunya sudah lihat ini anak. Awalnya ketakutan, tapi setelah beliau lihat sendiri, ya tidak terlalu ketakutanmi. Tidak apa-apaji, apalagi ini anak badannya bonsor. Seandainya agak kurusan bisa tembus mungkin,” kisahnya pada saya, sekitar sejam lebih yang lalu.
Sebelum wawancara kilat ini disudahi, sumber ini bilang, “Ini murni kecelakaan. Aka kesetang tea indoo pistol. Jadi jangan dimaini.”
Hingga berita ini ditulis, kru laman ini yang ada di Mamasa dan di Polewali Mandar (Polman) tengah berusaha mendapatkan keterangan resmi dari pihak Polres Mamasa.
SARMAN SHD










