Seusai rangkaian acara pembukaan Uji Publik RPJMD Sulbar 2017-2022 di d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, 29 Agustus 2017, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar dan para bupati, wakil bupati, dan tokoh masyarakat berpose bersama. (Foto: Risman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pemprov Sulbar gelar uji publik ‘terbatas’ Rancangan Pembagunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD) 2017-2022 di d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, Selasa, 29 Agustus 2017.

Dibuka oleh Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM). Uji publik ini usung tema “Menuju Sulawesi Barat 2022 Maju dan Malaqbiq”—Seolah “jiplakan” dari tagline pemenangan ABM-Enny kala Pilgub lalu.

Uji publik ini dihadiri banyak orang. Pejabat pemerintah provinsi, kabupaten, legislator, para pakar dan akademisi serta tim ahli di Sulbar dan dari luar Sulbar, Polda Sulbar, Danrem 142 Tatag, pula ‘eks’ pejuang pembentukan Sulbar, mahasiswa, LSM, masyarakat tertentu lainnya.

“Semoga dengan kehadiran bapak dan ibu dapat memberikan sumbangan ide-ide atau pikiran-pikiran yang inovatif guna membagun Sulbar agar setara dengan provinsi lainnya di Indonesia,” sebut Ali Baal dalam sambutannya, sore tadi.

Ali Baal mengisahkan sedikit hal, “Setelah dilantik, kami dituntut untuk menyusun RPJMD paling lama enam bulan.”

Memang, ABM dan Enny dilantik di Jakarta oleh Presiden Joko Widodo pada 12 Mei 2017 lalu. “Setelah kami dilantik Presiden, menjadi kewajiban kami untuk menyelesaikan RPJMD, di mana penyusunannya paling lama enam bulan sesuai amanat UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” kata ABM.

ABM akui bahwa saat ini rancangan tahap awal RPJMD Sulbar sudah selesai. Olehnya itu, katanya, kami memberikan aspresiasi yang besar kepada semua stakeholders yang terlibat dalam pembuatan atau penyusunan RPJMD Sulbar 2017-2022 ini.

“Keterlibatan banyak pihak, tahap awal rancangan RPJMD sudah selesai, dan semoga dalam seminar kali ini diharapkan menghasilkan atau memperkaya muatan- muatan yang ada dalam RPJMD, terutama menyangkut kebijakan percepatan pembagunan menuju Sulawesi Barat Maju dan Malaqbiq,” urai ABM lagi.

Masih Gubernur ABM, dengan partisipasi seluruh elemen masyarakat di dalam seminar RPJMD Sulbar 2017-2022, diharapkan dapat menghasilkan ide-ide konstruktif agar RPJMD Sulbar ke depan bisa diwujudkan, sekaligus dapat menjawab kebutuhan yang selama ini menjadi harapan masyarakat.

Namun tentunya, pinta ABM, kita juga harus mengetahui dan harus dimengerti bahwa tak semua ide-ide, harapan, dan masukan yang diusulkan itu dapat dikerjakan karena semua memiliki batas kewenangan dan anggaran biaya.

Di ujung sambutannya, ABM bilang, “Visi dan Misi pembagunan Sulbar tentunya tak terlepas dari peran dan kontribusi dari seluruh kabupaten. Olehnya diperlukan sinergitas antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta seluruh masyarakat untuk mewujudkan percepatan pembagunan Sulbar yang Maju dan Malaqbiq.”

RISMAN SAPUTRA/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini