Bendahara LDII Sulawesi Barat Rianto (kiri) telah bulat bergabung di PDIP. Ia bersama Ketua DPC PDI-P Polewali Mandar saat kampanye salah satu Paslon di Wonomulyo, Jumat, 23 Maret 2018. (Foto: Burhanuddin HR)

TRANSTIPO.com, Polewali – Rianto, Bendahara LDII Sulawesi Barat, luluh juga. Meski sebelumnya sejumlah partai politik menawarinya bergabung, namun masih ia tolak.

Tapi untuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rianto tak kuasa lagi menolaknya.

Lelaki paruh baya ini, sehari-harinya adalah konsultan di salah sebuah perusahaan konstruksi di Polewali Mandar.

Rianto adalah warga Kecamatan Wonomulyo. Pada hari kurban atau Idul Adha lalu, ia menyumbangkan sembelihan sebayak 1000 ekor sapi dan kambing.

Di Pilkada Polewali Mandar, Rianto memilih bergabung atau mendukung salah satu pesangan calon, yakni berada di kubu Paslon Nomor Urut 2: Andi Ibrahim Masdar–HM Natsir Rahmat (AIM–BeNAR)

Di sela-sela kampanye Paslon Nomor 2 di Wonomulyo, Jumat, 23 Maret 2018, kru lama ini menemui Rianto. Saat itu ia sudah pakai jersey partai berlambang kepala banteng moncong putih itu. Ia kerap bersama Haji Ibrahim, Ketua DPC PDIP Polewali Mandar.

“Alhamdulillah, akhirnya saya bisa bergabung di PDIP. Insya Allah di Pemilu 2019 saya akan maju di Caleg di Dapil Wonomulyo, Matangnga dan Mapilli (Dapil III, red),” aku Rianto, juga pembina Pencak Silat LDII (Pesinas).

Politik baginya adalah dunia baru. Makanya, ia bilang, “Kita coba-coba dululah bermain di politik.” Meski begitu, Rianto tak akan pernah lalai dalam tugas utamanya: konsultan proyek.

Masukknya Rianto ke PDIP membuat Haji Ibrahim sumrigah. Bahkan, pengusaha gabah di Polewali Mandar ini kian percaya diri jika nantinya partai yang dipimpinnya kini bisa rengkuh tambahan kursi di parlemen Polewali Mandar.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini