Foto bersama seusai acara pembukaan Pelatihan Wartawan Daerah di Ballroom Puri Agung Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin, 20 November 2017. Hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) dan Asisten Gubernur BI Depertemen Manejemen Strategis dan Tata Kelola, Dyah Nastiti (ketiga kiri). (Foto: Arisman Saputra)

TRANSTIPO.com, Jakarta – Pada pembukaan Pelatihan Wartawan Daerah, Jakarta, Senin, 20 November 2017, diselenggarakan oleh Bank Sentral Republik Indonesia atau Bank Indonesia (BI) diikuti oleh 580 wartawan dari 34 provinsi di Indonesia.

Acara pembukaan ini dihelat di Ballroom Puri Agung Hotel Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 86, Tanah Abang RT.10/RW. 11 Karet Tengsin, Jakarta Pusat 10220.

Kepala Depertemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman, yang juga ketua penyelenggara pelatihan ini mengatakan, kegiatan ini merupakan program tahunan dimana pelaksanaan Pelatihan Wartawan Daerah sebelumnya sudah pernah dilaksanakan oleh masing-masing perwakilan BI di Indonesia.

“Kegiatan ini merupakan kali kedua Bank Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Wartawan Daerah di Jakarta. Sebelumnya dilakukan oleh masing-masing Kantor Perwakilan Bank Indonesia,” kata Agusman di Jakarta.

Menurut Agusman, peserta pelatihan ini merupakan wartawan dari media massa yang berasal dari 34 provinsi dan dari 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia.

Ia menambahkan, sekitar 580 peserta yang ikut dalam acara pelatihan wartawan yang pelaksanaannya dipusatkan di Jakarta. Tema kali ini, yakni Pengendalian Inflasi Daerah untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat.

Pelatihan ini dibuka oleh Asisten Gubernur BI Depertemen Manejemen Strategis dan Tata Kelola, Dyah Nastiti.

“Bank Indonesia mengharapkan agar media memberikan pemberitaan yang bernilai positif kepada masyarakat,” harap Dyah Nastiti.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga hadir dan tampil menyampaikan sambutan.

BI Sambut Baik 580 Wartawan

Asisten Gubernur Bank Indonesia(BI) Depertemen Manejemen Strategis dan Tata Kelolah, Dyah Nastiti, menyambut baik kedatangann 580 wartawan untuk mengikuti Pelatihan Wartawan Daerah, Jakarta, Senin, 20 November 2017.

Dari  580 wartawan yang hadir di Jakarta, terinci masing-masing: wartawan TV 56 orang, wartawan radio 120 orang, wartawan media online 223 orang, dan wartawan media cetak 181orang.

Dalam sambutannya, Dyah Nastiti mengatakan, pelatihan ini akan menyajikan beberapa materi terkajt inflasi yang terjadi di Indonesia. Kita juga akan memaparkan mengenai fungsi Bank Sentral dalam menjalankan kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan.

Ia menambahkan, olehnya itu kita butuh media yang menjadi mitra dalam pemberitaan terkait tugas-tugas BI itu sendiri kepada masyarakat.

Menjawab pertanyaan sejumlah wartawan seusai beri sambutan, Dyah Nastiti mengatakan, kami menginginkan kepada media agar memberikan pemberitaan sesuai dengan data yang kami berikan.

“Kami dari BI sudah memepertimbangkan dampak sesuai data yang diberikan,” kata Dyah Nastiti.

Untuk pemberitaan terkait inflasi, apakah akan membuat kepanikan?

“Kami merasa untuk pemberitaan sudah cukup bagus, apalagi inflasi kita sekarang rendah dan stabil. Jadi menurut saya pemberitaan untuk saat ini cukup bagus,” jawab Dyah Nastiti.

Bagaimana melihat pertumbuhan ekomoni di Indonesia?

Dyah menjawab, “Pertumbuhan ekonomi baik. Akhir tahun ini diharapkan ekonomi kita tumbuh sekitar 5,1 persen, dan kami akan berusaha di tahun-tahun berikutnya  lebih baik lagi.”

Masih Dyah, dengan pertumbuhan ekomomi berkisar 5,1 persen itu, bukan berarti rendah, dan kita akan selalu berusaha agar pertumbuhan ekonomi di tahun berikutnya lebih meningkat lagi.

Catatan BI sendiri, komoditas apa yang sering menyumbangkan inflasi, misalnya di tahun 2017 ini?

“Untuk tahun 2017, komoditas memberikan nilai yang positif, terlihat dari menurunnya inflasi dan tetap stabil. Jadi saya kira semuanya baik-baik saja,” kata Dyah lagi.

Ditambahkan, komoditas untuk tahun 2017 semuanya baik-baik saja, terlihat dari inflasi kita cukup rendah dan stabil.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR