Konsultasi wilayah VIII Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia di Aula Convention Centre GTM Mamasa, Senin, 7 Mei 2018. (Foto: Frendy)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Konsultasi wilayah VIII Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dilaksananakan di Aula Convention Centre GTM Mamasa, dihadiri ratusan kader yang tersebar di tiga provinsi di Sulawesi, Senin, 7 Mei 2018.

Koordinator wilayah VIII GMKI, Jonson  menuturkan, kegiatan itu adalah kegiatan tertinggi di tingkatan wilayah pelayanan GMKI.

Para pimpinan cabang berkumpul dan sebanyak 101 orang kader berdiskusi dan berdialog, terkait medan gumul pelayanan baik secara internal maupun secara external yang diharapkan mampu melahirkan gagasan konstruktif dan soluktif untuk kemajuan bangsa, juga daerah yang menjadi tempat pelaksanaan konsultasi wilayah.

Semangat kader dan pemuda ini tidak disambut baik oleh pemda, dibuktikan dengan apresiasi pimpinan daerah yang hanya dihadiri oleh Asisten III Pemkab Mamasa.

Setidaknya Bupati Mamasa yang hadir. “Inilah yang menimbulkan kekecewaan bagi kami. Bupati seharusnya hadir untuk membuka dan menyapa para utusan yang hadir,” sebut pengurus GMKI.

Dalam hemat mereka, kegiatan ini mungkin PemKab Mamasa anggap hanya kegiatan yang kecil, tapi secara nasinal kami diperhitungkan.

“Kami gagal menghadirkan bupati, tapi kami mampu menghadirkan kapasitas kementerian sebagai pembicara, yakni utusan dari Kemenpora—Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan dan Pengawasan Kepramukaan, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda,” ujar salah seorang pengurus GMKI di Mamasa, beberapa waktu lalu.

Ini sangat miris, katanya, ketika pihak Kementrian datang dan peduli untuk mendukung kegiatan ini, sedangkan Pemkab Mamasa tidak punya respon dan kepekaan akan kegiatan ini.

Kegiatan Konswil ini dihadiri kader GMKI yang tersebar di tiga provinsi, yakni Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini