
TRANSTIPO.com, Mamuju – Sejak Sabtu dinihari, 3 November 2018, masyarakat Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) telah merasakan getaran gempa bumi.
Pada Sabtu siang, kemarin sekitar pukul 11.00 WITA, kru laman ini mengkonfirmasi sejumlah warga yang ada di Kecamatan Mamasa dan Kecamatan Mambi. Mereka membenarkan telah terjadi gempa bumi sejak subuh hari pada Sabtu kemarin itu.
Sejumlah status di dinding akun facebook milik warga di Kabupaten Mamasa telah ramai terkait gempa bumi tersebut. Bahkan, pada dua gambar yang ditampilkan laman ini, adalah hasil jepretan warga di Mamasa dengan fakta sejumlah warga memilih keluar dari rumahnya kota Mamasa, sejak sore kemarin.
Dari postingan foto-foto di akun milik Sari Wulan, sejumlah warga Mamasa memilih tinggal di bawah tenda seadanya daripada kembali ke rumah mereka.

Dari Kecamatan Mambi juga dikabarkan. “Saya berlari di pematang saya menuju ke rumah setelah gempa. Saya sempat lihat batang-batang pagi goyang,” kata Rosma (39 tahun), warga Desa Sendana, Kecamatan Mambi pada Sabtu malam, sekitar pukul 20.30 WITA.
Ia tambahkan, sepanjang Sabtu, sudah 4 kali getaran gempa. “Tapi paling keras gempa yang terjadi tadi sore (Sabtu sore, red), sekitar jam 5 sore,” tuturnya lagi.
Informasi melalui grup perbincangan aplikasi WhatsApp, sejumlah warga Mambi membenarkan bahwa gempa bumi yang terjadi di Sabtu siang, sekitar jam satu, mengakibatkan sebuah dinding sekolah milik SD Inpres Mambi, Kelurahan Mambi, Kecamatan Mambi, retak-retak.
Pada Minggu, 4 November 2018, adalah hari kedua terjadi gempa di Kabupaten Mamasa. Gempa terakhir terjadi pada pagi tadi yang getarannya dirasakan di Kabupaten Mamuju, Sulbar.
Dilansir dari DetikNews (Minggu, 4 November 2018), pukul 06.29 WIB, Gempa bumi magnitudo (M) 4,6 guncang Mamasa, Sulawesi Barat. Pusat gempa berada di darat.
