Seorang Pekerja Bendungan Budong-budong Meninggal di Area Proyek

2779
AJ (39 tahun), lelaki asal NTT meninggal dunia di lokasi proyek Bendungan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Sabtu, 27 April 2024. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Salah seorang pekerja proyek bendungan Budong-Budong di Saluleibo dikabarkan meninggal di tempat lantaran yang bersangkutan terjatuh dari ketinggian sekitar 14 meter.

Proyek Bendungan Budong-budong yang terdapat di Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, ini merupakan Proyek Strategis Nasional dengan anggaran Rp1 triliun lebih.

Pekerja proyek yang meninggal itu seorang laki-laki berinisial AJ (39 tahun). Peristiwa jatuhnya AJ di lokasi proyek terjadi saat yang bersangkutan sedang melakukan pekerjaan rutin smdi lokasi tersebut.

Hari naas itu terjadi pada
Sabtu, 27 Apri 2024.

Kejadian ini dibenarkan oleh Humas Kerjasama Operasi (HKO) PT.
Abibraya Bumi Karsa, Defri Ade Setiawan dalam konferensi pers di Caffee Wof Coffee, Benteng, Tobadak, Minggu, 28 April 2024.

Menurut Defri Setiawan, korban AJ itu seorang lelaki berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), ia terjatuh saat melakukan aktifitas dengan keamanan penuh seperti biasanya pada Sabtu, 27 April 2024.

“AJ ini merupakan tenaga kerja dari CV. Jokindo, subkontraktor dari proyek pekerjaan bendungan Budong-budong. Saat itu AJ (korban) melakukan aktifitas kerja Shocrete, atau penyemprotan beton,” ujar Defri Setiawan.

Menurut Defri, saat itu korban sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm, rompi, sepatu serta bodyharnes, sudah savety.

“Kami menduga saat korban melakukan pekerjaan, itu besi pengaman untuk lifeline yang tertanam di tebing untuk mengikat tubuh korban terlepas, sehingga korban langsung terjatuh,” ujar Defri.

Humas Kerjasama Oprasi (HKO) PT. Abibraya Bumi Karsa, Defri Ade Setiawan, ketika sedang berbicara kepada wartawan di salah sebuah warung kopi di Tobadak, Mamuju Tengah, Sulbar, Minggu, 28 April 2024. (Foto: Ruli)

Ia mengatakan bahwa pihak perusahaan sendiri sudah menjalankan prosedur yang berlaku, seperti memastikan seluruh pekerja telah mematuhi SOP keselamatan dengan mengunakan APD.

“Dari pihak kami sebelum melakukan aktifitas, kami sudah memastikan bahwa seluruh pekerja telah menjalankan SOP keselamatan kerja sesuai prosedur yang berlaku,” terang Defri.

Namun, Defri menambahkan, kejadian kecelakaan yang baru terjadi itu merupakan kecelakaan kerja yang tidak kami harapkan.

Atas kejadian yang menimpa korban pihaknya ikut berbelasungkawa, dan akan membantu meringankan beban keluarga dengan mengurus semua hak korban dan memberikan santunan.

“Kami dari pihak Abipraya Bumi Karsa turut berbelasungkawa dan akan membantu mengurus semua hak korban, serta memberi santunan agar dapat meringankan sedikit beban keluarga,” ujar Defri.

Pihaknya mengaku telah melakukan komunikasi dengan keluarga korban di NTT, dan keluarga korban telah mengikhlaskan apa yang menimpa korban (AJ).

“Kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga korban kemaren melalui telepon, dan pihak keluarga korban telah legowo menerima kejadian itu, dan mereka menyerahkan sepenuhnya,” aku Defri.

Dari pihak Defri, mayat korban saat ini sedang menuju ke Makassar dan akan diterbangkan dari Makassar ke Bandara Tambo Laka, NTT.

Atas insiden ini pihak perusahaan akan bersedia bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk melakukan investigasi terkait penyebab kejadian itu.

“Kami akan terus melakukan evaluasi, pembenahan dan perbaikan di sektor keselamatan,” kata Defri.

Dengan kejadian ini, aku Defri, hingga saat ini aktifitas kerja di bendungan Budong-Budong di Salulekbo dihentikan sementara.

“Sampai saat ini aktifitas kerja di atas dihentikan dulu,” tutup Defri Setiawan.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini