Pemuda NU Ridwan Hilal (kiri) sedang beri ceramah dalam salah satu rangkaian acara Milad ke-71 DDI Polewali Mandar, Polewali, Sabtu, 17 Februari 2018. (Foto: Burhanuddin HR)

TRANSTIPO.com, Polewali – Ridwan Hilal, lelaki paruh baya kelahiran Wonomulyo ini pimpin Dzikir Bersama pada Milad DDI ke-71 di Gedung Nusantara Pantai Bahari, Polewali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Sabtu, 17 Februari 2018.

Milad atau ulang tahun DDI kali teruntai pula ulasan sejarah singkat DDI di Mangkoso, Sulawesi Selatan, tempo dulu.

Penyampaian sejarah singkat DDI di Mangkoso disampaikan oleh Anregurutta KH Abdul Rahman Ambo Dalle.

Milad DDI ini dihadiri para guru/pendidik dari Mis DDI, MTs DDI, MA DDI dan civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) DDI Polewali Mandar. Tak ketinggalan pula ratusan siswa dan mahasiswa dari perguruan ini.

Di waktu lain, Ketua DDI Polewali Mandar Ust. Haris Nawawi dalam sambutannya mengatakan, “Kita bersyukur kepada Allah SWT karena Milad ini kita bisa laksanakan secara sederhana namun penuh hikmah. Selain itu hadir Ketua Yayasan IAI DDI sebagai Dewan Pembina DDI, DR H. Anwar Sewang, M.Ag.”

Ketua pelaksana Milad ke-71 2018, Idham mengatakan, tema Milad kali ini, “DDI Polman Berdzikir.

Di luar ruangan juga ada acara sebagai tambahan memeriahkan acara Milad ini.

“Kami juga helat acara bazar di taman Sport Center Madatte, Polewali Mandar, dan kita laksanakan syukuran serta makan bersama petinggi DDI Polewali Mandar,” kata Idham yang juga Kepala MTs DDI Manding, Polewali.

Paradigma Baru Pendidikan

Di tempat yang sama, Ketua Prodi Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) DDI Polewali Mandar Muh. Migran mengatakan, akan menata ulang pembelajaran di internal jurusan tersebut.

“Silabus yang ada kini mengalami perubahan di setiap mata kuliah setiap semester—mata kuliah yang nemberi jalan menuju dunia kerja bagi jurusan KPI,” kata Muh. Migran kepada laman ini.

Hal ini disampaikan oleh Migran saat rapat bersama Dekan Fakultas Da’wah dan Penyiaran Islam IAI DDI Abd Haris Nawawi, Ketua Yayasan Anwar Sewang, dan Sekretaris KPI Jaelani Kunni serta para dosen dan staf KPI di Polewali pada Sabtu Sore itu.

“Sejumlah bidang studi kita tambahkan di jurusan KPI karena kita inginkan ouput yang lebih berkualitas,” kata Migran.

Ia tambahkan, kita ingin kerja sama pemerintah kaitannya desa online setiap desa—staf desa dari 167 desa di Polewali Mandar—yang bisa kuliah dua orang pertahun dengan masuk jurusan komunikasi.

“Maka akhirnya nanti di desa-desa SDM siap karena kerja sama perguruan tinggi akan melahirkan insan cerdas di desa,” kata Migran lagi.

Ketua Yayasan IAI DDI DR H Anwar Sewang, M.Ag mengatakan, “Saya siap beri dukungan fasilitas ke KPI kalau program ini jalan.”

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR