Kepala SMA Negeri 3 Polewali Abbas. (Foto: Wahyu)

TRANSTIPO.com, Polewali – Siswa yang telah lulus dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) tentunya memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) pilihan favoritnya.

Namun penerimaan siswa baru kali ini berbeda dengan sebelumnya. Jika sebelumnya para siswa dapat memilih sekolah yang ia suka di manapun berada, tetapi saat ini telah dibatasi dengan sistem zonasi.

Kepala SMA Negeri 3 Polewali Abbas menjelaskan, sistem zonasi ini ditarik dari titik nol, artinya siswa yang terdekat dari sekolah maka itulah yang diprioritaskan.

Abbas menjelaskan, bagi siswa yang mendaftar melalui portal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang tidak masuk dalam zona yang telah ditentukan, maka secara otomatis yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus.

“Siswa yang mendaftar melalui portal PPDB itu diverifikasi berdasarkan kartu keluarga dan keterangan domisili. Kalau tidak masuk dalam zona maka jelas tidak lulus,” terang Abbas saat dijumpai di ruang kerjanya pada Senin, 1 Juli 2019.

Manakala mislanya, sebut Abbas, jika ditemukan siswa yang jaraknya sama, maka untuk menentukan kelulusannya dilihat dari nilainya pada ujian nasional.

“Kalau hasil ujian nasionalnya sama, penentuannya dilihat dari kecepatan mendaftar, siapa yang lebih dulu mendatar itulah yang dinyatakan lulus lebih dulu. Intinya adalah siapa yang paling dekat itu yang diprioritaskan,” jelas Abbas.

Selain sistim zonasi, pihaknya juga menyiapkan jalur lain yaitu jalur prestasi, jalur ini disiapkan kuota sebanyak 15% dari total kouta yang tersedia, yakni 45 siswa yang benar-benar berprestasi.

“Untuk jalur prestasi itu melalui proses seleksi, jadi siswa yang melalui jalur prestasi harus mampu bersaing dengan yang lain, karena betul-betul dilihat dari prestasinya,” terang Abbas lagi.

Sementara jalur perpindahan orang tua juga disiapkan kuota sebanyak 5%, yaitu 18 siswa. Jalur ini diperuntukkan bagi siswa dari luar Kabupaten Polewali Mandar (Polman) yang ikut dengan orang tua jika bertugas di wilayah Polman.

“Ini khusus untuk siswa yang orang tuanya sedang menjalankan tugas di Polman, contohnya Pegawai Negeri sipil (PNS) dan TNI-POLRI, itu pun harus disertai dengan surat mutasi dari instansi terkait,” tuturnya.

Hingga saat ini, tambah Abbas, siswa yang telah mendaftar melalui portal PPDB tercatat sebanyak 450 siswa, dan yang terverifikasi sebanyak 370 siswa, sementara yang harus diterima berdasarkan kouta sebanyak 360 siswa.

“Dari jumlah kuota 360 itu sudah termasuk 15% dari jalur prestasi dan 5% dari perpindahan orangtua,” lanjutnya.

Meski telah diberlakukan sistim zonasi, Abbas mengaku peminat untuk SMA Negeri 3 Polewali tidak begitu berkurang meskipun berbeda dengan sebelumnya.

Ia berharap, kepada seluruh siswa baru, agar dapat menggunakan waktu dengan sebaik-baik mungkin untuk mengikuti proses belajar dan juga taat pada aturan yang diterapkan oleh pihak sekolah.

“Supaya saat tamat nantinya bisa melanjutkan perguruan tinggi dimanapun mereka suka jika selama duduk dibangku SMA mendapatkan prestasi yang baik, tentu ini juga akan menjadi pertimbangan saat akan melanjutkan perguruan tinggi nantinya,” pungkasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR