Islam, Ulama dan Bumi Tadulako

1043
Haji Muhamnad Ramli Undana Roca., generasi ketiga dari Datuk Malanggo atau Syekh Abdullah. (Foto: Ruli)

DATUK Malanggo atau Syekh Abdullah adalah seorang ulama Minangkabau yang menyebarkan agama Islam ke Tanah Kaili atau Bumi Tadulako, Sulawesi Tengah pada abad ke-19.

Awal kedatangan Syekh Abdullah atau Datuk Malanggo di Tanah Kaili bermula di Lembah Palu (Sulawesi Tengah) pada masa Kerajaaan, Pue Nggari (Siralangi) dan I Dato Labungulili memerintah di wilayah Palu.

Selanjutnya Datuk Malanggo melakukan syiar Islam-nya ke wilayah-wilayah lainnya di lembah Palu yang dihuni oleh masyarakat Suku Kaili.

Wilayah-wilayah tersebut meliputi Palu, Parigi dan daerah Ampana dan melanjutkan syiar Islam-nya ke wilayah lainnya antara lain Bambalamotoe, Pasangkajoe, Masimboe, Carossa, Dapoeran, Pangkang, Boedoe-Boeding dan wilyah-wilayah lainnya yang sekarang menjadi daerah pemekaran Provinsi Sulawesi Barat.

Datuk Malanggo adalah gelaran yang diberikan oleh tokoh-tokoh masyarakat wilayah Boedoe-Boeding kepada Syekh Abdullah, berkat jasa dan kealimannya.

Orang-orang biasa pula menyebutnya dengan “To Malanggo” (orang yang memiliki/membawa karamah/kemuliaan, karena telah menyebarluaskan agama Islam di wilayah Boedoe-Boeding Provinsi Sulawesi Barat.

Datok Malanggo menikah dengan seorang putri dari anak seorang tokoh Adat Boedoe-Boeding bernama Pue Sitti Arah bin Dudana dan memiliki 3 orang Anak bernama Intje Ali bin Abdullah (Undanaroca), Intje Usman bin Abdullah (Undanacaco), dan Intje Fatimah binti Abdullah (Pue Parigi).

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini