Suasana Facus Group Discussion (FGD) menyoal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesai Barat di sektor pendidikan, Mamuju, Kamis, 31 Mei 2018. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulawesi Barat menggelar Facus Group Discussion (FGD) menyoal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesai Barat di sektor pendidikan, Mamuju, Kamis, 31 Mei 2018.

Acara ini berlansung di lantai III Kantor Gubernur Sulawesi Barat, hadir Hj. Jamila Sugianto mewakili gubernur, kepala OPD, Dewan Pendidikan Sulawesi Barat, dan beberap tamu undangan.

Pemateri dalam dalam FGD adalah Kepala BPS Sulawesi Barat Suntono dan Muh. Zakir Akbar, utusan Unicef Indonesia.

Dalam paparannya, Jamila Sugianto mengatakan, berdiskusi tentang IPM tidak akan pernah habisnya, karena ia berkaitan dengan kepuasan masyarakat.

Namun, katanya, ada tiga dimensi utama yang harus dibahas untuk meningkatkan IPM. Pertama, dimensi pendidikan terkait indikator lama sekolah dan harapan lama  sekolah. Kedua, dimensi kesehatan terkait harapan hidup. Ketiga, dimensi pendapatan terkait daya beli masyarakat.

“Ketiga program ini sejalan dengan kerja mandiri cerdas dan sehat yang sementara kita desain bentuk dan model program serta kegiatannya untuk meningkatkan IPM Sulawesi barat yang masi sangat rendah,” aku Jamila.

Jamila juga menuturkan, IPM Sulawesi Barat berada di urutan ke-31 dari 34 provinsi di Indonesaia, di mana pertumbuhan Sulawesi Barat bergerak sangat lamban dan terkesan alamiah.

“Di tahun 2016 pertumbuan kita hanya 0,8 poin dan di tahun 2017 menjadi 1,1 atau hanya 0.3 poin,” sebut Jamila.

Olehnya itu, harap Jamila, diskusi hari ini menyoal IPM di sektor pendiddikan dapat memberi masukan yang positif terhadap program Marasa yang sedang kita desain sehingga ada konektifitas program pendiddikan dengan program prioritas provinsi.

Sementara, Jamil Barambanggi mengarakatan, saat ini kami melakukan kajian dalam rangkah merespon program yang sudah tercantum dalam RPJMD tentang penigkatan IPM  Sulawesai Barat.

“Dan, alhamdulillah tadi kita sudah ada pemetaan-pemetaan masalah, dan insyaAllah kami akan serahkan dan rekomendasikan ke instansi terkait,” kata Jamil.

Zakir Akbar juga mempertehas dalam paparannya, kajian itu dilakukan untuk merespon apa yang sudah tercantum dalam RPJMD Sulawesai Barat terkait peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR