Wagub Sulbar Hj. Enny Anggraeni Anwar (tengah) hadir beri sambutan dalam acara Rapat Koordinasi terkait narkotika di aula lantai II Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 21 Januari 2019. (Foto: Humas Pemprov Sulbar)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar)  bersama Perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulbar menggelar Rapat Koordinasi di aula lantai II Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 21 Januari 2019.

Rakor ini dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pencegahan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta Prekursor Narkotika.

Hadir dan beri sambutan adalah Wakil Gubernur (Wagub) Sulbar Hj. Enny Anggraeni Anwar.

Mengawali sambutannya, mantan Anggota DPR RI ini ungkapkan kekecewaan—yang tentu ditujukan kepada penyelenggara—karena hanya sedikit peserta Rakor yang hadir, yang ia sebut hanya dihadiri oleh sedikit kepala OPD yang ada di lingkup Pemprov Sulbar.

“Mohon pak Asisten didata yang tidak hadir, besok-besok jika ada masalah narkoba mereka jangan lagi berkata tidak pernah tahu atau tidak pernah dengar,” kata Wagub Sulbar Hj. Enny Anggraeni Anwar.

Ia juga sampaikan, hari ini (Senin pagi, red) diadakan rapat koordinasi karena merupakan Instruksi Presiden No 6 tahun 2018 tentng rencana aksi nasional pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta prekursor narkotika tahun 2018 -2019.

Foto bersama seusai acara pembukaan Rapat Koordinasi terkait narkotika di aula lantai II Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 21 Januari 2019. (Foto: Humas Pemprov Sulbar)

“Kita berharap dengan adanya rakor di lingkup Pemprov Sulbar semuanya sehat wal’afiat dan bersih dari penggunaan narkotika, dan apa yang menjadi perbuatan  kita tahun ini mendapat ridho dari Allah SWT,” harap Wagub Enny.

Enny juga jelaskan apa itu istilah P4GN, yaitu pencegahan pemberantasan penyalahgunaan  dan peredaran gelap narkotika, sedangkan prekursor narkotika  adalah zat atau bahan pemula yang dapat digunakan untuk pembuatan narkotika dan psikotropika.

“Prekursor terdapat di dalam obat yang biasa kita komsumsi dan temukan di lapangan atau di lingkungan kita sehari-hati sehingga perlu memang disosialisikan,” tutur Enny Anggraeni.

Dikonfirmasi setelah acara pembukaan, Wagub Sulbar mengatakan kita akan sosialisasikan kepada OPD, kemudian akan dibentuk PIC di mana setiap OPD mengutus satu orang untuk melapor tiap triwulan kepada BNNP terkait masalah penyalahgunaan narkoba di OPD tersebut.

Dari hasil laporan PIC dari OPD terkait setiap triwulan ke BNN itu, papar Enny, kemudian akan dilaporkan ke pusat.

Turut hadir dalam rakor ini adalah para Asisten Pemprov Sulbar, perwakilan BNNP Sulbar dan jajarannya, dan beberapa kepala OPD serta yang mewakili OPD di lingkup Pemprov Sulbar.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR