Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (kiri) menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya PNS kepada salah seorang ASN di Ruang Auditorium Lantai IV Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, 15 Agustus 2017. (Foto: Farid)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Alasan efektifitas kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), maka Pemprov Sulbar akan rasionalisasi atau berhetikan Pegawai Tidak tetap (PTT) yang tak produktif.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) saat menyampaikan sambutan pada acara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya PNS dan Pelepasan Purna Bhakti PNS di Ruang Auditorium Lantai IV Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, 15 Agustus 2017.

Acara ini dirangkaikan ramah tamah dengan Pejuang Kemerdekaan Veteran Republik Indonesia Provinsi Sulbar. Pada kesempatan tersebut ABM mengemukakan, pemberian penghargaaan Satyalencana Karya Satya merupakan tanda penghormatan dari Presiden Republik Indonesia bagi PNS yang telah memenuhi syarat pengabdian masa kerja selama 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun tanpa cacat dan tak pernah mendapat hukuman kedisiplinan.

Untuk itu, lanjut ABM, untuk ASN akan dilakukan pembinaan agar dapat lebih berkualitas dan memiliki kompetensi yang tinggi serta profesional.

Tidak hanya itu, katanya, program tersebut juga akan dirangkaikan dengan perbaikan lembaga organisasi pemerintahan terlebih dahulu.

“Saya sudah komunikasikan dengan Danrem untuk membina Satpol PP, dan akan dibina di lapangan Korem. Dari situ kita akan memberikan pembekalan-pembekalan tentang kebangsaan bagi ASN,” kata Gubernur Sulbar Ali Baal.

Terkait PTT yang ada di Pemprov Sulbar, Gubernur Sulbar wacanakan akan “merumahkan” (baca: diberhentikan), sebagaimana yang pernah dilakukan ketika menjabat sebagai Bupati Polman beberapa tahun lalu.

“Wacana tersebut bukan pemecatan tapi “dirumahkan”. Namun, ini baru sebatas wacana. Akan didiskusikan jangan sampai PTT tersebut masuk kerja tanpa memiliki pekerjaan yang jelas. Karena ada juga di OPD yang PTT bekerja full dan mengerjakan semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawab PNS, dan PNS justru  tak bekerja. Kasihan PTT,” jelas ABM.

Untuk itu, hemat ABM, akan didata semuanya, dan setelah semua jelas akan dilakukan tes sesuai kompetensinya masing-masing untuk selanjutnya kita arahkan peningkatan kualitasnya baru kita tarik kembali untuk bekerja.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Danrem 142 Tatag Muhammad Taufiq Shobri, Asisten I Nur Alam Tahir, para pimpinan OPD Lingkup Pemprov Sulbar, Pejuang Veteran, ASN, dan undangan lainnya.

FARID/HUMAS PEMPROV SULBAR

TINGGALKAN KOMENTAR