Aliansi masyarakat Sespa melakukan demo di depan kantor DPRD Mamasa terkait proyek pekerjaan jalan yang dinilai Amburadul. (Foto: MediaRestorasi)
Muhammad Sapri Malik, Anggota DPRD Mamasa. (Foto: Frendy)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Anggota DPRD Kabupaten Mamasa akan turun meninjau langsung proyek pembangunan jalan di Kecamatan Sesenapadang (Sespa), Kabupaten Mamasa. Hal itu diakui menyusul adanya aksi sejumlah mahasiswa dan pemuda Sesenapadang pada Senin, 2 September, kemarin yang melakukan aksi protes terhadap pembagunan jalan di Kecamatan Sespa yang dinilai dikerja asal-asalan.

“Terkait pekerjaan jalan yang dipersoalkan masyarakat Sesenapadang tersebut, kami di DPRD sudah sepakat akan minjau secara langsung pekerjaan tersebut, mau melihat secara objektif di lapangan,” ungkap Muhammad Sapri Malik, salah satu anggota DPRD Mamasa saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan, pihak DPRD Mamasa sudah memanggil Dinas PU Mamasa untuk memberikan penjelasan terkait pekerjaan jalan yang dipersoalkan sejumlah masyarakat dari Sesenapadag.

“Penjelasan dari dinas PU, teknis dan bestek pekerjaan jalan, menurut mereka sudah sesuai teknis dan bestek, termasuk konsultan pengawas juga menyampaikan hal yang sama, sehingga kami sepakat bahwa besok kami akan ke lokasi untuk melihat langsung di lapangan,” tuturnya.

Sebelumnya, pekerjaan jalan ini diprotes sejumlah pemuda dan mahasiswa dari Sesenapadang lantaran pekerjaan tersebut dinilai menyalahi bestek. Salah satunya, sebagian badan jalan yang baru saja dibeton sudah ada yang mengalami retakan. Mereka juga menduga adanya kekurangan volume pekerjaan.

Proyek pembangunan jalan betonisasi dan talud jalan di Desa Orobua Timur, Kecamatan Sesenapadang tersebut dikerjakan oleh CV. Balla Perkasa yang menggunakan anggaran DAK sebesar Rp5,8 miliar di tahun anggaran 2019.

FRENDY

TINGGALKAN KOMENTAR