Kepala Bappeda Sulawesi Barat Dr. Junda Maulana. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Badan Perencanaan Pembagunan Daerah (Bappeda) Sulawesi Barat menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait pengembangan penghidupan berkelanjutan (P2B) Provinsi Sulawesi Barat di d’Maleo Hotel and Convention Mamuju, Kamis, 28 Juni 2018.

Hadir Kepala Bappeda Sulawesi Barat Dr. Junda Maulana, Sekretaris Bappeda Sulawesi Barat Ridwan, perwakilan OPD lingkup Pemprov Sulawesi Barat dan OPD dari kabupaten se-Sulawesi Barat.

Dalam sambutannya di acara rakor itu, Junda Maulana mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan supporting dari Badan Pengembangan Pembagunan Nasional (Bappenas) dalam rangka fasilitasi menyusun program-prongram prioritas di daerah, termasuk di Provinsi Sulawesi Barat.

“Dengan kegiatan ini, bagaimana kita menyusun program dengan baik, karena dalam pembagunan di setiap wilayah kita memerlukan perencanaan yang baik. Tanpa perencanaan mustahil semua program bisa berjalan dengan baik pula,” ucap Junda Maulana.

Diwawancarai seusai rakor itu, Junda mengatakan bahwa pertemuan ini membicarakan masalah perencanan program prioritas di tahun 2019, di mana  program prioritas yang kita bahas di antaranya penangulangan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

“Perencanaan program prioritas 2019 yaitu bagaimana kita mengupayakan  kemiskinan di Sulawesi Barat dapat berkurang setiap tahunnya,” jelas Junda.

Mantan Penjabat Bupati Mamuju Tengah ini menambahkan, kemiskinan di Sulawesi Barat sampai saat ini sekitar 11,18 persen, hanya mengalami penurunan sekitat 0,1 persen dari tahun sebelumnya.

Dilanjutkan, kita memang mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukub bagus, di mana itu di atas rata-rata nasional atau 6 persen. Tapi di sisi lain angka kemiskinan  kita juga tinggi, dan itulah yang menjadi salah satu alasan sehingga kami masukkan sebagai salah satu program prioritas.

“Di tahun 2019, arah kebijakan pembagunan kita target pertunbuhan ekonomi naik sekitar 7 persen, dan angka kemiskinan diupayakan turun sampai 9 persen atau turun 1 digit,” sebut Junda.

Tapi dalam hemat Junda Maulana, ini tidak gampang dan mudah. Namun sesuai arahan gubernur, kita akan memperketat anggaran di tahun 2019. Anggaran yang ada akan di bagi-bagi pada program-program prioritas.

Kepala Bappeda Sulawesi Barat Dr. Junda Maulana sedang membuka Rakor terkait pengembangan penghidupan berkelanjutan (P2B) Provinsi Sulawesi Barat di d’Maleo Hotel and Convention Mamuju, Kamis, 28 Juni 2018. (Foto: Arisman)

Nasib Jalan Arteri

Keberlanjutan pembangunan Jalan Arteri Mamuju perlu menunggu waktu lama. Sebab, pada program pembangunan 2019 mendatang, pemerintah Sulawesi Barat hanya mendapatkan pekerjaan dalam anggaran khusus setahun saja dan tidak menyeberang ke tahun berikutnya.

Penjelasan ini disampaikan oleh Kepala Bappeda Sulawesi Barat Dr. Junda Maulana di Mamuju, Kamis, 28 Juni, atau saat diwawancarai sejumlah wartawan di sela-sela rakor tentang pengembangan penghidupan berkelanjuatan (P2B) di d’Maleo Hotel.

Junda bilang, Jalan Arteri dianggarkan melalui APBN. Jalan ini adalah jalan yang dibutuhkan untuk mempercepat arus lalu lintas dari Mamuju ke Bandara Tampa Padang, dan dari Tampa Padang ke Pelabuhan Belang-Belang.

“Hanya saat ini kita baru mendapatkan pendanaan untuk tahap yang saat ini sudah dilalui, yaitu dari Rangas sampai belakang Kantor DPRD Mamuju,” sebut Junda, realistis.

Apakah Jalan Arteri diusulkan untuk pembangunan tahun 2019?

“Kita usulkan karena ini sudah menjadi program Bappenas, namun untuk tahun 2019—sesuai arahan kementerian—bahwa anggaran pembagunan 2019 adalah anggaran yang tuntas,” jawab Junda.

Mantan Kepala Bappeda Mamuju ini tambahkan, anggaran yang tuntas dimaksud adalah program yang diselesaikan dalam setahun penuh, di mana program yang dikerjakan di tahun 2019 itu tidak menyeberang ke tahun berikutnya.

“Jadi tidak ada program baru, berikutnya,” kata Junda.

Sehingga, dalam hematnya, untuk Jalan Arteri ini masuk dalam program yang akan dipertimbangkan, dan itu juga kami usulkan namum sekali lagi program yang direncanakan di tahun 2019 diharapkan itu program yang tuntas atau pekerjaan yang diselesaikan dalam setahun penuh.

“Semoga Jalan Arteri dapat dipertimbangkan dan dimasukan dalam program tahun 2020 mendatang,” tutup Junda Maulana.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR