Munafri Arifuddin (kedua kanan), bakal calon Walikota Makassar, Sulsel. (Foto: Ist.)

TRANSTIPO.com, Makassar – Lelaki berdarah Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) ini telah menjadi bahan dan sumber berita di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Bukan hanya lantaran dia CEO PSM Makassar, tapi terutama setelah dia mencalonkan diri untuk maju dalam kontestasi pemilihan Walikota Makassar 2018-2023.

Rekomendasi sejumlah partai sudah digenggamnya, salah satunya Partai Golkar. Langkah Appi, demikian ia akrab disapa, makin kencang.

Siang malam ia bertemu rakyat: di kompleks-kompleks perumahan, masyarakat pesisir, pinggirin kota, dan banyak lagi. Appi mengabarkan kesungguhannya untuk maju dalam Pilkada serentak 2018 atau pemilihan Walikota Makassar tahun depan.

Pekan lalu di Kompleks Harmonis, Kelurahan Borong, Appi disambut hampir seluruh warga kompleks yang didiami sekitar 348 keluarga/rumah.

Selain masuk ke perumahan, Appi juga menemui atau sowan ke tokoh-tokoh multietnis. Pada Senin siang, 18 Desember 2017, Appi datang ke rumah Prof. DR. Basri Hasanuddin, di perumahan Dosen Unhas Baraya. Mantan Rektor Unhas ini menyatakan dukungannya ke Appi.

Sejumlah tokoh masih akan Appi temui. Beberapa tokoh lainnya sudah dikonfirmasi, seperti H. Zikir Sewai, Prof. Dr. Ahmad M. Sewang, dan Ilham Aliem Bachri Serra.

Sabtu, 16 Desember, Appi mendatangi paguyuban etnis Jawa. Paguyuban yang anggotanya penjual gorengan, penjual jamu, tukang cukur tercatat punya massa besar ber-KTP Makassar.

“Ada 6000 anggota kami siap pilih Appi,” kata Mas Slamet, pengurus paguyuban etnis Jawa itu.

Sebuah cerita singkat jadi penutup tulisan pendek ini.

Pada Minggu, 17 Desember, sebuah media cetak—harian di Makassar—membuat berita yang dianggap ‘rugikan’ Appi.

Saya tanya, “Appi, koran lain habis-habisan dukung calon petahana. Mengapa koran Harian Tribun Timur tak maksimal dukung Anda? Padahal Anda kan CEO di Tribun Timur?”

Appi dengan tenang menjawab, “Kita harus memelihara independensi media. Jika ada yang mau melenceng, akan ketahuan oleh publik, pembacata’,” kata Munafri.

SHAIFUDDIN KADIR

TINGGALKAN KOMENTAR