Hari Besar Wartawan Malaysia dan Kisah Menarik Terbitnya Koran Melayu Pertama

438
Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Ilham Bintang (tengah). (Foto: Istimewa)

Catatan Ilham Bintang

PEMERINTAH Malaysia memenuhi janjinya. Perdana Menteri Seri Ismail Sabri Yacoob akhirnya meresmikan peringatan Hari Wartawan Nasional Malaysia (Hawana 2022) di Melaka, Minggu, 29 Mei, petang.

Momen peringatan Hawana 2022 sekaligus telah mencairkan hubungan “dingin” pemerintah dengan wartawan Malaysia.

Acara itu dihadiri sekitar 800 tokoh dan insan pers Malaysia di Ball Room Hotel Hatten di Melaka. Tampak di antaranya Tokoh Pers Tan Sri Johan Jaaffar dan Datuk Mokhtar Hussain, Presiden Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia Indonesia (Iswami).

Hadir juga delegasi Pemimpin Redaksi Media Pers Indonesia yang dipimpin Asro Kamal Rokan, wartawan senior, yang menjabat Presiden Ismawi Indonesia, Ketua Umum PWI Pusat Atal Depari, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang, dan Ketua Forum Pemred Indonesia Arifin Asydhad.

Dalam sambutannya, PM Malaysia sekaligus menetapkan 29 Mei sebagai Hari Wartawan Nasiona (Hawana) yang akan diperingati setiap tahun. Tan Sri Ismail Sabri Yaacob dilantik menjadi PM Malaysia 21 Agustus 2021, mengantikan PM Muhyidin Yassin.

Jasa Guru, Nelayan, dan Sopir Taksi

Hawana mengabadikan hari kelahiran surat kabar Utusan Melayu 29 Mei 1939. Utusan Melayu adalah surat kabar pertama berbahasa Melayu, yang sepenuhnya dimiliki, dibiayai dan dikerjakan oleh Bumi Putera ( pribumi).

Menarik mengikuti sejarah koran Utusan Melayu. Ternyata modal penerbitan koran itu hasil patungan para guru, nelayan dan supir taksi.

“Jadi, Hawana, bukan hanya menghormati wartawan Malaysia tetapi juga untuk mengenang jasa-jasa guru, nelayan, supir taksi dan rakyat jelata lainnya,” kata Tan Sri Johan Jaffar.

Sesuai Tema perhelatan Hawana 2022 sendiri: “Suara Jelata, Aspirasi Negara”.

Yang menarik dalam sejarah pers Malaysia ialah keterlibatan para petani, nelayan, supir taksi, guru-guru, yang berpatungan memodali penerbitan “Utusan Melayu”.

Mereka sudah lama mendambakan punya surat kabar milik orang Melayu. Yang ditugasi mencari modal waktu itu wartawan bernama Yusof Ishak.

Kelak, Pemred pertama Utusan Melayu tersebut menjadi Presiden Rapublik Singapura yang pertama pada tahun 1963.

“Utusan Malaysia dianggap “suara keramat orang Melayu. Suara asli orang Melayu untuk menentang penjajah Inggeris dan menuntut kemerdekaan,” kenang Tan Sri Johan Jaaffar saat dihubungi Senin, 30 Mei pagi.

Bersandar pada literatur, surat kabar pertama (berbahasa Inggris) yang terbit di Malaysia adalah Straits Times, pada 1845 (177 tahun lalu).

Adapun koran Melayu pertama adalah “Jawi Peranakan” terbit tahun 1876 (146 tahun lalu). Namun, “Jawi Peranakan” dan surat kabar berbahasa Melayu lainnya yang terbit sebelum “Utusan Melayu” dimodali oleh orang Cina, India, dan Arab.

Malam Wartawan Malaysia

Tahun lalu, 30 November 2021, sehari setelah Pemerintah mencabut pembatasan kegiatan masyarakat di Malaysia tekait pandemi Covid19, PM Sri Ismail Sabri menghadiri acara Malam Wartawan Malaysia.

Dalam kesempatan itulah ia mengumumkan persetujuannya untuk melanjutkan setiap 29 Mei sebagai momen peringatan Hari Wartawan Nasional (Hawana).

Hawana pertama kali diperingati 2018 pada semasa pemerintahan Najib Razak. Terhenti 3 tahun karena alasan pergolakan politik dalam negeri dan pandemi Covid19.

“Lawatan saya ke Indonesia baru-baru ini membantu mengeratkan hubungan dengan Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia atau ISWAMI yang telah terjalin sejak 2007. Saya percaya ISWAMI dapat memainkan peranan penting sebagai jambatan penghubung sesama wartawan kedua negara,” pengakuan Ismail Sabri tahun lalu seperti dikutip berbagai media.

Sambutannya pada peringatan Hawana kemarin, Ismail Sabri mengulang kembali penegasannya tahun lalu itu. Antaranya menjamin kebebasan pers. Untuk mencapai tujuan itu ia pun mengajak seluruh wartawan Malaysia melaksanakan fungsinya secara professional.

Wartawan harus bersatu untuk memerangi hoax, berita palsu, sebab itulah musuh pers terutama, musuh seluruh masyarakat. Sebelumnya, ia menerima “Deklarasi Melaka” yang disusun insan pers mengenai kebebasan pers Malaysia.

Sambutan Ismail yang mendapatkan tepuk tangan paling riuh ialah ketika mengumumkan bantuan 1 juta Ringgit Malaysia ( Rp3,3 M) untuk membiayai program Iswami. Termasuk merintis pembentukan organisasi Persatuan Wartawan Malaysia, seperti PWI di Indonesia.

Ismail Sabri mengharapkan juga media dan wartawan Malaysia memperluas hubungan kerjasamanya dengan rekan-rekan wartawan di negara jiran (Asean) dengan menjadikan ISWAMI sebagai model.

“Pemerintah akan terus memberikan dukungan kepada program-program yang sesuai untuk dilaksanakan. Kalau perlu bantuan untuk Iswami ditambah,” ucapnya kembali yang disambut tepuk tangan riuh hadirin.

Jamuan Iswami

Minggu, 29 Mei malam, Iswami Malaysia menjamu makan malam delegasi wartawan Indonesia di Hotel Zenith, Putra Jaya, Kuala Lumpur.

Dalam sambutannya, Presiden
Ismawi Malaysia, Datuk Mokhtar Hussain mengatakan kegembiraannya atas perhatian pemerintah terhadap pers dan wartawan, khususnya kepada Iswami.

“Pada pertemuan PM Malaysia dengan wartawan Indonesia di Jakarta tahun lalu, untung Pak Asro Kamal menyampaikan kepada PM mengenai pentingnya menghidupkan kembali peringatan Hawana, karena itu sekaligus menghormati sejarah pers Malaysia,” ungkap Mochtar.

Asro Kamal Rokan mengapresiasi PM Malaysia juga “Deklarasi Melaka” yang menyuarakan kemerdekaan pers di Malaysia. Mengenai hubungan wartawan Malaysia – Indonesia, dia mengibaratkan seperti air. “Tidak bisa dicincang,” kata pendiri Iswami itu.

Tokoh pers Nasional Malaysia Tan Sri Johan Jaaffar merespons sama sikap PM Malaysia. Ia menyatakan belum pernah terjadi perhatian PM kepada wartawan sebesar sekarang.

“Sebelum ini hubungan PM dan pers dingin, nyaris beku. Terutama sewaktu pandemi Covid19 melanda Malaysia. Kami sampai iri pada perhatian pemerintah Indonesia kepada wartawan saat pandemi Covid19 di Indonesia,” ungkap Johan.

Pameran Sejarah Pers Malaysia

Peringatan Hawana 2022 kemarin berlangsung semarak. Di selasar menuju Ball Room peringatan Hawana, diisi dengan pameran foto sejarah Pers Malaysia.

Acara ditutup dengan pertunjukan penyanyi terkenal Malaysia Fredo dan Suki Low menghibur tamu undangan.

Delegasi wartawan Indonesia yang dipimpin Asro Kamal Rokan, antara lain Setiausaha Agung ISWAMI, N. Syamsuddin Ch. Haesy, Tri Agung Kristanto, Wakil Pemimpin Redaksi Kompas yang juga anggota Dewan Pers periode 2022-2005.

Ikut juga Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa yang merupakan pendiri Kantor Berita Politik RMOL, Pemimpin Redaksi Kumparan yang juga Ketua Forum Pemred,Arifin Asydhad, Pemred LKBN Antara Akhmad Munir, Pemred Koran Sindo Pung Purwanto, Pemred Majalah Tempo Setri Yasa, Pemred Jakarta Post M. Taufiqurrahman, Pemred Detik.com Alfito Deannova Ginting, Wakil Pemred MetroTV Budiyanto, General Manager News TVOne Ecep S. Yasa, serta Wakil Pemred Republika Nur Hasan.

Kuala Lumpur, Malaysia, 30 Mei 2022

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini