Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Dr. Muhammad Idris DP (tengah) bersama Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Barat Dr. Yakub F. Solon hadir dalam kegiatan Training Officer Course (TOC) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang berlangsung di Hotel Berkah Mamuju pada Kamis, 6 Desember 2018. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Sekteraris Provinsi Sulawesi Barat Dr. Muhammad Idris DP menghadiri Pendidikan dan Latihan (Diklat) Training Officer Course (TOC) lingkup Pemerintah Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang berlangsung di Hotel Berkah Mamuju pada Kamis, 6 Desember 2018.

Pentingnya Diklat ini sebab merupakan upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) demi meningkatkan kemampuan intelektual dan kepribadian bagi para pegawai. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan sarana dan prasarana yang berkualitas serta cukup memadai.

“Di Provinsi Sulawesi Barat saya rencanakan pada tahun 2020 sudah punya kampus Diklat yang resprentatif, dan semua kegiatan training di Sulawesi Barat akan berpusat di Mamuju,” ungkap Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Dr. Muhammad Idris DP saat beri paparan pada Diklat Training Officer Course (TOC) tersebut.

Dr. Muhammad Idris mengatakan, untuk membentuk manusia yang berkualitas dengan memiliki keterampilan, kemampuan kerja dan loyalitas kerja yang tinggi kepada suatu organisasi pemerintahan, tidak hanya sebatas pelatihan semata, tapi diperlukan koneksi yang kuat dari semua unsur pemerintahan, baik di pusat, daerah ataupun kabupaten dan kota.

“Kita berharap di Sulawesi Barat walau hanya memiliki 6 kabupaten, kita akan membangun koneksi melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, pemerintah kabupaten dan kota untuk membangun pembinaan melalui ajang Diklat,” kata Dr. Muhammad Idris.

Penyelenggaraan sebuah Diklat, sebut Dr. Muhammad Idris, harus disertai sebuah sertifikasi penyelengara yang bertujuan sebagai pedoman akreditasi bagi pemerintah daerah ke depan.

Selain itu, ujarnya, dalam mewujudkan keinginan daerah tersebut, diperlukan sebuah perencanaan yang mantang dan sebuah gambaran yang besar bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang ditargetkan selambat-lambatnya dua minggu ke depan.

“Saat ini sudah harus ada gambaran rencana besar itu, dan saya minta paling tidak dua minggu ke depan kita sudah miliki itu,” bebernya.

Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Dr. Muhammad Idris DP (tengah) bersama Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Barat Dr. Yakub F. Solon hadir dalam kegiatan Training Officer Course (TOC) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang berlangsung di Hotel Berkah Mamuju pada Kamis, 6 Desember 2018. (Foto: Istimewa)

Kepala Badan Widyaiswara LAN Makassar Nur Alam Tahir menyampaikan, salah satu Visi Misi Provinsi Sulawesi Barat yaitu, menciptakan profesionalisme aparatur pemerintahan. Hal tersebut dikarenakan persaingan antar provinsi di kelas dunia yang sangat ketat, maka hal tersebut perlu menjadi perhatian yang besar dari Pemerintah Sulawesi Barat.

Selain itu, katanya, terkait adanya anggaran sebesar Rp 20 miliar yang seharusnya milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, tapi tidak bisa masuk ke Provinsi Sulawesi Barat disebabkan belum terakreditasinya daerah Sulawesi Barat sebagai salah satu pusat pelatihan daerah.

Jadi, sebut Nur Alam Tahir, ini merupakan salah satu bentuk kerugian yang besar. Maka dari itu diperlukan solusi penanganan agar anggaran yang diperuntukkan bagi Provinsi Sulawesi Barat dapat terkelola dengan baik.

“Harapan kami, tolong berikan kami ruang untuk pengembangan di segala ruang,” kata lelaki yang pernah menjabat sebagai Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat ini.

Kegiatan Diklat Training Officer Course (TOC) ini juga dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Barat Dr. Yakub F. Solong, serta para pejabat Eselon IV lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Advertorial

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR