Dinilai Curang, Pilkades di Kecamatan Topoyo Diprotes Warga

172

TRANSTIPO.com, Topoyo – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Waeputeh, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) tuai protes, hingga nyaris ricuh.

Bukan tanpa alasan, saat pelaksanaan pemungutan suara berlangsung, di TPS 1, Desa Waeputeh, nampak tiga orang masuk berjalan sambil bertiak memprotes paniti, terkait pelaksanaa pemungutan suara itu. Lantaran dinilai ada kecurangan panitia.

“Kami tidak terima kalo panitia seperti ini, ini melanggar aturan, tolong Panitia kembalikan satu kertas suara nya.” Ujar UN dan AM, sambil berjalan masuk di TPS 1 dan menghampiri panitia, yang diketahu dua warga Desa Waeputeh itu pendukung sala satu Calon No urut 3, (Masri.R).

Kertas suara yang dimaksud UN dan AM itu, adalah kertas suara yang diterima oleh sala satu warga, yang diberikan panitia, saat hendak melakukan penusukan di bilik suara.

Kertas suara itu, berjumlah 2 lembar, yang saat itu juga, disaksikan oleh sala satu saksi dan langsung meminta kepanitia agar selembar kertas suara itu dikembalikan.

“Saya protes dan tak terima, karena panitia memberikan 2 lembar kertas suara, dan tadi itu suda dua kali terjadi, yang pertama 3 lembar diberikan.” Ujar UN. yang ingin diinisialkan namanya.

Hal itulah yang membuat UN dan AM kesal, sehingga menyampaikan keberatannya, apa lagi kejadian itu terjadi dua kali sehingga dianggapnya pelanggaran, menduga adanya indikasi kesengajaan.

“Kalo sekali tidak apa-apaji, di maklumi, mungkin kertasnya menempel, panitia mengira satu. tapi ini kan terjadi dua kali tadi, pertama 3 lembar, masak panitia tidak cek itu kertas saat memberikan ke warga yang di panggil.” Terangnya lagi.

“Tapi suda aman pak, dikembalikanji itu kertas suara yang Doble tadi.” Ujar sala satu warga lain.

Saat dikonfirmasi satu Calon, nomor urut 1, yang juga mantan Kades Waeputeh, Arsal menyampaikan, bahwa ia dan ke dua calon lainnya, sepakat untuk tak mempersoalkan hal itu.

Sebab dianggap itu hanyalah kekeliruan simata yang dilakukan panitia.

“Memang tadi terjadi, sala seorang yang mau melakukan penusukan menerima kertas suara dari panitia dua, dan juga saya sempat saksikan itu, tapi menurut saya, kemungkinan, panitia kurang teliti memeriksa kertas suara sebelum memberikan ke warga, karena memang biasanya kertas itu menempel”, Kata Arsal.

Atas kejadian itu, calon bersepakat untuk tidak mempersoalkan, pihaknya menganggap hanya kekeliruan panitia.

RULY SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR