Jumpa pers di Kantor BPS Sulbar, Mamuju, Kamis, 1 Juli 2019. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), menggelar pers rilis terkait perkembangan Indeks Harga Konsumen /Inflasi di ibu kota Provinsi Sulawesi Barat (Mamuju), yang berlangsung di Aula lantai II kantor BPS Sulbar. Kamis  1 Agustus 2019.

Dalam pers rilis kali ini dipresentasikan langsung oleh Kepala BPS Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Win Rizal, tampak hadir sejumlah lembaga pemerintah, perbankkan dan sejumlah wartawan dari media cetak, online dan elektronik.

Win Rizal menjelaskan, berdasarkan hasil survei harga konsumen 82 kota di Indonesia pada bulan Juli 2019 menunjukkan 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota lainnya  mengalami deflasi.

“Dari 55 kota yang mengalami inflasi, Mamuju berada di urutan ke-51 dengan inflasi 0,10 persen,” ungkap Win Rizal.

Ia juga  mengatakan, inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga yakni 1,88 persen dan terendah di Kota Makassar yakni 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi berada di Tual sebesar 155 persen, sementara Gorontalo menduduki posisi terendah dengan deflasi sebesar 0,02 persen.

Dikatakannya, terjadinya inflasi di Mamuju di bulan Juli 2019 disebabkan karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh lima kelompok pengeluaran.

Pertama kelompok bahan makanan 0,11 persen, kedua kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dengan 0,02 persen, ketiga kelompok sandang berada pada 0,50 persen, keempat kelompok kesehatan 0,05 persen, dan kelima kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 1,38 persen.

“Jika tingkat perubahan indeks tahun kalender Januari-Juli 2019 di kota Mamuju, inflasi sebesar 0,44 persen, sedangkan tingkat perubahan dari tahun ke tahun Juli 2019 ke Juli 2018 maka inflasi sebesar 0,50 persen,” tutup Win Rizal.

ARISMAN

TINGGALKAN KOMENTAR