Menara kincir angin yang berada di atas bukit Citol, Mamasa. (Foto: Frendy)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Panorama dan keindahan alam Mamasa memang seolah tiada habis-habisnya untuk jadi buah bibir. Dari keunikan budaya dan adat istiadatnya, hingga lekuk alamnya yang begitu memesona sungguh elok dipandang. Suhu alamnya yang dingin. Corak kehidupannya yang khas. Kerajinan tangan warganya yang beraneka ragam.

Pada sebuah bukit di Desa Tondok Bakaru, Kabupaten Mamasa, tampak pemandangan yang indah penuh pesona. Obyek Wisata yang diberi nama Citol Hill atau Bukit Citol yang baru saja dibangun. Tempat ini masih banyak orang yang belum mengetahuinya.

Berada di bukit ini serasa kita berada di negeri kincir angin Belanda. Sebuah menara kincir angin raksasa baru saja dibangun di bukit itu, tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke lokasi ini. Di bawah menara kincir angin raksasa itu, disediakan tempat untuk berswafoto bagi para pengunjung.

Selain itu Citol Hill ini tepat berada di kaki Gunung Mambulilling, salah satu gunung tertinggi di Sulawesi Barat, dan di bawahnya hamparan persawahaan luas mengelilingi perbukitan.

Memadang ke bawah, nyaris seluruh perbukitan kecil dan perkampungan penduduk dikelilingi oleh awan tebal. Terutama jika Anda berkunjung ke sana di pagi-pagi buta atau jelang mentari terbit.

Pemandangan indah dari dari atas puncak bukit Citol (Foto : Frendy)

Senin, 26 Agustus 2019 kemarin, kru laman ini sengaja datang ke lokasi ini. Sejumlah tenda mungil terpajang tergelar di atas bukit itu. Para pengunjung sengaja datang bermalam untuk sekalian berjumpa dengan pagi—esoknya. Sebab saat itu, awan pekat menebal itu akan tampak jelas mengelilingi perbukitan.

Benyamin, salah satu pengunjung mengaku ia dan rekan-rekanya sengaja bermalam di bukit itu menanti pagi agar bisa mengabadikan momen keindahan alam yang ditawarkan dari atas bukit itu.

“Pemandangan dari atas bukit ini sangat berbeda dengan tempat lain. Awan kabut yang turun bisa disaksikan di sekeliling yang mengelilingi sejumlah perbukitan dan perkampungan, namun itu hanya dinikmati di pagi atau saat matahari mulai terbit,” tuturnya.

Sejumlah tenda pengunjung yang bermalam di Bukit Citol (Foto : Frendy)

Di lokasi ini sudah tersedia area bagi wisatawan yang ingin camp atau memasang tenda bagi yang ingin bermalam, selain itu menara kincir angin juga tersedia beberapa spot foto keren yang sudah dibangun.

Cukup merogoh kocek Rp3.000 saja Anda sudah bisa masuk dan berwisata di bukit Citol ini. Berada di lokasi yang terjangkau atau hanya berjarak sekitar 1,5 km dari ibu kota Kabupaten Mamasa.

Jangan lewatkan. Anda tentu tak sudi menjadi pendengar setia untuk kabar dari sebuah tempat unik yang seharusnya Anda jejali.

FRENDY

TINGGALKAN KOMENTAR