Wakil Ketua Komite II DPD RI Hasan Basri, SE, MH (tengah) tiba di Gedung Lantang Kada Nenek, Mambi, Kabupaten Mamasa, dalam rangka kunjungan kerjanya di Kabupaten Mamasa. Senator dari Kalimantan Utara (Kaltara) ini sekaligus pulang ke kampung halamannya di Salubulung, Kelurahan Talippuki, Kecamatan Mambi. (Foto: Sarman Sahuding)

TRANSTIPO.com, Mambi – Hasan Basri Jusuf Tatoa adalah nama akun facebook milik Hasan Basri, SE, MH, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI masa bhakti 2019 – 2024.

Hasan Basri terpilih jadi anggota DPD RI pada Pemilu 2019 dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dengan jumlah perolehan suara pribadi sebanyak 22.672.

Senator Hasan Basri kelahiran Salubulung, Kelurahan Talippuki, Kecamatan Mambi, Polewali Mamasa (Polmas) pada 25 April 1976.

“Saya lahir di Salubulung. Umur 10 tahun saya merantau ke Kalimantan, tepatnya di Tarakan. Ayah saya meninggal dan dimakamkan di kampung, Salubulung,” ujar Hasan Basri di Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat pada Sabtu pagi, 13 Februari 2021.

Senator Hasan Basri, SE, MH aasal Kaltara tiba di Kecamatan Mambi yang disambut oleh Wakil Bupati Mamasa Martinus Tiranda (kanan). (Foto: Sarman Sahuding)

Ia bercerita, “Dulu, daerah ini masih disebut Kabupaten Polmas. Waktu saya kecil, saya jalan kaki dari kampung (Salubulung) ke Mala’bo.” Jarak antara Mambi dan Mala’bo sekitar 49 kilometer.

Desa Mala’bo kini menjadi bagian Kecamatan Tandukkalua’, Kabupaten Mamasa atau hanya berjarak 17 kilometer dari Mamasa — Ibu Kota Kabupaten Mamasa.

Memang, sebelum terjadi pemekaran kabupaten, Dati II Polewali Mamasa (Polmas) masih membawahi 4 kecamatan di pegunungan, yakni Kecamatan Sumarorong, Kecamatan Pana’, Kecamatan Mamasa, dan Kecamatan Mambi.

Dari segi pemerintahan, banyak perubahan ketika terjadi pemekaran Kabupaten Polmas atau 4 kecamatan di pegunungan telah berdiri sendiri.

Sejak 11 Maret 2002, Kabupaten Mamasa resmi berdiri sebagai daerah otonomi baru (DOB) disusul dengan pemekaran kecamatan, salah satunya Kecamatan Mambi.

Pasca terbentuknya Kabupaten Mamasa, Kecamatan Mambi sebagai induk telah melahirkan 6 kecamatan baru yang definitif, yakni Kecamatan Tabulahan, Kecamatan Aralle, Kecamatan Buntu Malangka (Bumal), Kecamatan Bambang, Kecamatan Rantebulahan Timur, dan Kecamatan Mehalaan.

Sambutan Wakil Bupati Mamasa Martinus Tiranda (kiri) dalam rangkaian kegiatan Kunker Wakil Ketua Komite II DPD RI Hasan Basri di Gedung Lantang Kada Nenek, Mambi, Kabupaten Mamasa, Sabtu, 13 Februari 2021. (Foto: Sarman Sahuding)

Kedatangan Hasan Basri di kampung halamannya disambut hangat keluarga dekatnya di Kecamatan Mambi.

Sejak Jumat siang, 12 Februari, beberapa spanduk kecil telah dipasang di sejumlah titik di Kabupaten Mamasa, di antaranya, terpasang di pintu masuk Lakahang, Kecamatan Tabulahan atau di perbatasan Kabupaten Mamasa dengan Kabupaten Mamuju.

Di Mambi sendiri, spanduk dipasang di pagar Gedung Lantang Kada Nenek, Kelurahan Mambi. Di bagian dalam gedung tua ini juga dipasang spanduk lengkap dengan agenda kedatangan sang senator ini.

Kedatangan Hasan Basri ke kampung kelahirannya tidak dengan atas nama pribadinya semata. Ia datang sekalian dengan peran besarnya selaku Wakil Ketua Komite II DPD – MPR RI.

Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPD RI terdiri dari 4 Komite dan 6 Badan. Khusus Komite II DPD RI — yang diketuai oleh Yorys Raweyai dan Hasan Basri salah satu wakil ketuanya — membidangi pengelolaan sumberdaya alam dan ekonomi daerah.

Selaku pimpinan Komite II DPD RI, Kunjungan Kerja (Kunker) ini juga mengajak pejabat eselon dari Kementetian Pertanian dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dari Kementerian Pertanian hadir tiga pejabat teras dan satu pejabat penting BNPB, yakni Rifai, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB.

Selain isteri dan anaknya, senator Hasan Basri sendiri mengikutkan dua orang staf, termasuk seorang staf ahli yang juga berasal dari Kabupaten Mamasa, tepatnya dari Ralleanak, Kecamatan Aralle.

“Staf Ahli saya itu dari Ralleanak. Pendidikannya sudah Magister (S2),” kata Hasan Basri.

Saat acara diskusi berlangsung, staf ahli yang dimaksud sang senator duduk di atas panggung persis di belakang para narasumber/pembicara.

Lelaki tersebut itu tampak tirus, di tangannya sebuah kamera kecil yang kerap ia pakai memotret selama acara paparan dan diskusi berlangsung.

Dua staf lainnya perempuan. Ia pakai kemeja resmi lengkap tulisan DPD RI yang tampak menyolok di bagian depan. Kedua staf ini duduk di antara peserta atau undangan. Keduanya sibuk mencatat dan sesekali bergerak mengikuti ‘perintah’ dari gerakan jemari sang senator di atas panggung.

Gedung Lantang Kada Nenek Mambi bersejarah, terutama Salubulung, Talippuki pada Sabtu, 13 Februari, kemarin dari sejak pagi hingga siang hari.

Baru jam delapan lewat beberapa menit pada Sabtu, Wakil Bupati Mamasa Martinus Tiranda sudah memasuki Mambi kota dan langsung menuju tempat acara.

Kegiatan sela dengan minum kopi sambil menunggu kedatangan Wakil Ketua Komite II DPD RI Hasan Basri, SE, MH di Gedung Lantang Kada Nenek, Mambi, Sabtu, 13 Februari 2021. (Foto: Sarman Sahuding)

Mobil dinas Wakil Bupati Mamasa itu diikuti setengah lusin mobil lainnya. Martinus Tiranda “dikawal” dalam satu rombongan dan di antara rombongan itu ada Asisten Tatapraja Pemkab Mamasa, Kepala BNPB Pemkab Mamasa Labora Tandi Puang, Kepala Dinas Pertanian Pemkab Mamasa, dan Sat Pol PP Pemkab Mamasa.

Dalam rombongan ini, terdapat sejumlah pejabat teras dari Kementerian Pertanian dan BNPB pusat.

Di dalam gedung tua yang dibangun puluhan tahun silam, Camat Mambi Drs Lukman dan Sekcam Mambi Hasbi Hasbullah Pago menyambut para tamu itu dengan minuman kopi hangat.

Pejabat dari pusat serta dari Pemkab Mamasa masih harus duduk sembari diskusi ringan dengan melingkar. Di atas tiga meja kecil aroma minuman hangat kopi Mambi menyeruak.

Tak jelas benar siapa penanggungjawab acara kunker sang senator. Kontak ke nomor pribadi yang bersangkutan tak berhasil. Jaringan telepon seluler di Aralle pada pagi kemarin itu mungkin terganggu.

Sekitar satu jam rombongan dan peserta menunggu dalam ruang gedung dengan tembok yang mulai berbau dan di antara cetnya sudah buram kehitam-hitaman.

Lampu penerang dalamnya juga tinggal beberapa buah yang masih terpasang, jadilah ruangan ini tak begitu terang lantaran bantuan cahaya melalui pintu dan jendela tak maksimal.

Setibanya di depan gedung Lantang Kada Nenek, Hasan Basri disambut oleh Wakil Bupati Mamasa. Tim dari Pemkab Mamasa kemudian mengalungkan kain Sutra khas Mamasa kepada sang senator, termasuk dua wakil pejabat dari kementerian.

Acara resmi kunker senator Hasan Basri dimulai tepat jam 10.00 WITA dan berakhir sebelum waktu ibadah Lohor tiba.

Di tempat duduknya di atas panggung, keduanya kerap membalik arah saat berbicara. Wakil Bupati Mamasa Martinus Tiranda tampak senang menyambut tamunya itu.

“Hal yang luar biasa, seorang putera daerah (Mambi), bisa terpilih dan mewakili derah lain (di Pemilu),” kata Wakil Bupati Mamasa Martinus Tiranda dalam sambutannya di acara kunker senator Hasan Basri.

Tidak mengurangi nilai penyambutan ini, sebab hanya diwakili oleh wakil bupati dan asisten satu serta sejumlah kepala OPD Mamasa.

“Kami ini mata dan telinga bupati. Apa yang kami lihat dan dengar akan kami laporkan ke bupati,” ujar Martinus Tiranda.

Martinus bilang, Bupati Mamasa (Ramlan Badawi) saat ini ada di Makassar. “Satu hari setelah beliau berangkat, baru dapat pemberitahuan ke Pemkab Mamasa terkait acara ini,” ujar Martinus.

Ucapan rasa hormat juga disampaikan oleh senator Hasan Basri pada lanjutan acara sambutan. Ia mengapresiasi atas kehadiran Wakil Bupati Mamasa di Mambi.

“Saya berterima kasih karena pak Wakil Bupati Mamasa telah hadir di acara kunker kami ini. Saya tahu persis jarak antara Mamasa ke Mambi cukup jauh, ditambah masih ada jalan yang rusak,” ujar Hasan Basri.

Ia mengenalkan diri sebagai putera asli Salubulung yang merantau ke Tarakan, Kalimantan Timur, sejak belia.

“Apa yang saya lakukan saat ini murni pribadi. Saya datang bertemu keluarga sekaligus membawa bantuan untuk keluarga yang korban bencana gempa tempo hari. Sekaligus saya bantu Masjid yang ada di kampung (Salubulung),” jelas Hasan Basri.

Camat Mambi Drs Lukman (kiri) turut serta foto bersama seusai penyerahan bantuan Masjid di Salubulung dan penyerahan bantuan korban terdampak gempa di Kecamatan Mambi dari Senator Hasan Basri, SE, MH. (Foto: Sarman Sahuding)

Mengenai kehadiran pejabat BNPB dan sejumlah pejabat teras Kementerian Pertanian, Hasan Basri bilang, di Komite II DPD itu, kami bermitra dengan 10 lembaga setingkat kementerian di pusat.

“Dua di antaranya ini sengaja saya ajak ke Kabupaten Mamasa, nanti beliau-beliau yang paparkan apa saja bantuan yang masuk di Mamasa, dan hadirin sekalian bisa bertanya langsung ke mereka,” pungkas Hasan Basri.

Setelah tanya jawab singkat, dengan penanya hanya dua orang, yakni Camat Mambi Lukman dan Camat Tabulahan Usman Kadir, acara ini bubar.

Hasan Basri bersama tim DPD RI serta orang dekatnya bertolak ke kampung Loka’, Desa Sondonglajuk, Kecakatan Mambi, untuk menemui keluarganya di sana. Setelah itu, senator dari Kaltara ini akan langsung ke Salubulung, kampung kelahirannya.

Sementara, rombongan Wakil Bupati Martinus akan terus ke Kecamaran Tabulahan dalam rangka meninjau dan menyerahkan bantuan kepada sejumlah warga yang rumahnya terdampak gempa di Sulbar pada 15 Januari lalu.

Diketahui, pada esok, Minggu, 15 Februari (hari ini, pen), Hasan Basri dan keluarga di Salubulung, Talippuki akan beracara keluarga yang akan dihadiri oleh Anwar Adnan Saleh (AAS) bersama istrinya, Enny Anggraeni Anwar — Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar).

“Besok datang ya, dinda. Ya, sebelum jam 10 di sana miki’ (Salubulung). Mau datang juga itu pak Anwar,” kata seorang tokoh pemuda Talippuki yang membisiki transtipo seusai rangkaian acara kunker di depan gedung Lantang Kada Nenek, Mambi.

SARMAN SAHUDING

TINGGALKAN KOMENTAR