Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar (AIM) bersama Rektor Unasman Polman Chuduriah Sahabuddin (kanan) saat berada di kampus Unasman meletakkan batu pertama pembangunan Auditorium Unasman, Senin, 7 Agustus 2017. (Foto: Yahya)

TRANSTIPO.com, Polewali – Panggung politik Polman jelang Pilkada 2018 semangat hangat dan memanas. Fokus perbincangan yang sangat ramai jadi wacana di hampir seluruh lapisan masyarakat Polman adalah, siapa figur yang bakal menjadi paket pendamping atau posisi wakil bupati dari petahana, Andi Ibrahim Masdar (AIM).

Perbincangan hangat di warkop, pasar dan tempat keramaian lainnya di Polman, nama Rektor Unasman Dr. Chuduriah Sahabuddin, M.Si belakangan mulai ramai diperbincangkan selaku salah seorang sosok yang sangat aspiratif, yang dinilai layak mendampingi AIM di Pilbub nanti.

Sosok Chuduriah dianggap sebagai figur yang mampu meraup dan memobilisasi dukungan suara dengan membaca modal sosial yang dimiliki. Kampus yang kini dipimpinnya memiliki jarigan luas hingga ke pelosok: civitas akademika, mahasiswa, dosen, dan alumni.

Selain itu, doktor sosiologi politik PPs-UNM ini dinilai mewakili sosok perempuan Mandar, yang mencoba masuk dalam pusaran politik dan ikut bertarung memperebutkan kekuasaan politik.

Modal sosial lainnya yang patut diperhitungkan, magister komunikasi PPs-UNHAS ini adalah generasi biologis dan idiologis seorag Ulama besar yang disegani dan dihormati di Tanah Mandar, yakni Prof. Dr. KH. Sahabuddin—ahli kearifan Tasawuf Tarekat Qadiriyah.

Pengikut Tarekat ini menyebar luas di seluruh lapisan masyarakat Polman. Mereka sangat fanatik dan setia pada ajaran Kiai itu. Modal kultural itu akan jadi penyulut besar sumber kekuatan dukungan dari beragam elemen di masyarakat.

Chuduriah dianggap sebagian masyarakat Polman. Ia tak lari kosong tapi membawa kekuatan modal sosial dan kultural yang terbilang cukup besar dan kuat. Wacana yang berkembang, siapa pun yang menjadikan Chuduriah selaku wakilnya, akan memenangkan pertarungan politik 2018 di Tanah Mandar.

YAHYA Kontributor

TINGGALKAN KOMENTAR