Para peserta PIFAF serta sejumlah wisatawan mancanegara sedang bermain-main dengan beberapa anak Penyu di Pantai Mampie, Wonomulyo, pada Agustus 2018. (Foto: Frendy)

TRANSTIPO.com, Polewali – Dipastikan delapan negara akan berpartisipasi pada ajang Polewali Mandar International Folk and Art Festival (PIFAF) 2019. Event ini akan digelar di Arena Sport Center Polewali Mandar (Polman) 1-7 Agustus 2019 mendatang.

Delapan negara itu adalah Korea Selatan, Afrika Selatan, Ekuador, Republik Ceko, Timor Leste, Slovakia, India, dan tuan rumah Indonesia.

Namun dibalik ajang yang bergengsi ini, tak sedikit masyarakat menganggap jika kegiatan tersebut tidak berdampak baik pada masyarakat bahkan hanya menghabiskan anggaran daerah saja.

Sementara kegiatan ini, selain menjadi ajang silaturrahmi antar negara juga merupakan momen untuk mengenal budaya asing, juga mengenalkan budaya Indonesia terkhus yang ada di Sulawesi Barat (Sulbar) secara umum, temasuk destinasi wisata.

Menurut Sekertaris Daerah Kabupaten Polman Ir. Bebas Manggazali, kegiatan PIFAF ini hanya menelan anggaran sebesar Rp800 juta per tahunnya, sementara keuntungan yang diraih setelah pelaksanaan kegiatan itu mencapai Rp3 miliar.

“Ini adalah keuntungan yang sangat besar, artinya kegiatan ini tidak sia-sia dilaksanakan, ada kontribusilah kepada pemerintah daerah Polman,” kata Bebas saat dikonfirmasi pada Rabu, 17 Juli 2019.

Lanjut Bebas menuturkan, dari keuntungan yang didapatkan itu bukan miliknya Dispora namun itu adalah milik masyarakat Polman secara umum.

“Yang salah itu seandainya uang yang keluar Rp800 juta, sementara uang yang masuk hanya Rp600 juta. Itu perlu dipikirkan andaikan hasilnya minim,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga berharap agar momentum pelaksanaan PIFAF ini dapat menjadi salah satu langkah untuk kemajuan daerah Kabupaten Polman bahkan Sulbar secara umum.

“Kehadiran peserta dari luar negeri mari kita gunakan untuk saling bertukar pikiran dalam hal memajukan daerah, mulai dari destinasi wisata, budaya dan pengembangan sumberdaya manusia,” tandasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR