Presiden Joko Widodo (kiri) juga senang saat main futsal, beberapa waktu lalu. (Foto: Net.)

TRANSTIPO.com, Polewali – Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim atau regu. Setiap tim atau regu beranggotakan lima orang. Setiap tim—dalam pertandingan—berusaha memasukkan bola ke gawang lawan, laiknya pertandingan bola kaki di lapangan besar di atas tanah berumput.

Selain lima pemain utama, setiap tim juga masih memiliki pemain cadangan. Ukuran lapangan: panjang 25-43 meter x lebar 15-25 meter. Tinggi gawang 2 meter x lebar 3 meter.

Permukaan daerah pelemparannya halus, rata, dan tak abrasive. Ukuran bola futsal keliling 62-64 cm, berat 0,4 – 0,44 kg, lambungan 55-65 cm pada pantulan pertama. Bola ini berbahan kulit atau bahan yang cocok lainnya (bahan yang tak berbahaya).

Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan 5 orang, salah satunya penjaga gawang. Jumlah pemain cadangan maksimal 7 orang. Wasit 2 orang. Tak terbatas jumlah pergantian pemain. Semua pemain—kecuali penjaga gawang—boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja.

Pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit. Wasit tak boleh menginjak arena lapangan, hanya di luar garis lapangan saja, kecuali jika ada pelanggaran baru bisa masuki lapangan.

Lama permainan normal 2×20 menit, istirahat 10 menit. Perpanjangan waktu 2×5 menit—bila hasil masih imbang setelah 2×20 menit waktu normal. Adu penalti maksimal 5 gol, jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai.

Pada Sabtu, 26 Agustus 2017, telah dibuka pertandingan futsal yang diberi nama Seri Tiga Liga Nusantara Sulbar. Dihelat di Lapangan Futsal Sport Center Polewali Mandar (Polman).

Pertandingan dibuka Andi Aswar Yasin Sauru, kini Kabag Humas Pemkab Polman. Kejuaraan ini diikuti oleh club futsal yang ada di Sulbar.

Pemenang kejuaraan ini akan langsung ikut berlaga pada kejuaran Liga Futsal Zona Sulawesi yang akan berlangsung di Palu, Sulteng, Oktober mendatang.

Aswar Yasin Sauru dalam sambutannya ketika pembukaan mengatakan, selain saya sebagai pejabat pemerintah juga sekaligus Pengurus Asosiasi Futsal Sulbar.

“Lewat kejuaraan ini, panitia akan mencari bibit baru atau merekrut pemain untuk mengikuti kejuaraan nasional nanti. Tahun sebelumnya, kita berhasil lolos di zona Sulawesi dan bisa bermain di Bali. Hanya saja, saat itu, pemain kami hanya sampai peringkat tiga kejuaraan nasional itu,” jelas Andi Aswar.

Harapan Andi Aswar Yasin, pertadingan di Polman saat ini bisa kembali lolos untuk zona Sulawesi. Hasil seleksi ini, katanya, menjadi ajang seleksi yang kelak kembali mengharumkan nama Polman dan Sulbar.

Lapangan futsal standar internasional. (Foto: Net.)

Sementara, Sekretaris Umum Asosiasi Futsal Sulbar Irham mengatakan, delapan club yang ikut seleksi, di antaranya AIM Mitra Sejahtera, Akademi AIM MS, Arena Club, May Ulmum, Kareamus FC, Idaman FC, Young Boys Club, dan Pos Boy FC.

Liga Nusantara Sulbar kali ini pakai sistim setengah kompetisi. Pertandingan ini akan dipimpin oleh wasit berpengalaman, seperti Kusnadi (wasit nasional), Muh. Anreas Jaya, Dwi fajar, dan Muh. Rifli. Hadir sejumlah pengamat bola dari Asprov PSSI Sulbar dan pengurus Asosiasi Futsal Sulbar.

Irham bercerita, pengalaman kami mengantar atlet Futsal pada ajang nasional di Bali tempo hari, Muh Arief Wandi—nomor punggung 9 yang bermain di Club AIM Mitra Sejatra—langsung mendapat tawaran dari manajer futsal Sulawesi Utara.

Katanya, masih cerita Irham, manajer dari Menado itu siap bayar tinggi bagi Arief Wandi jika ia mampu pindah bermain untuk tim Sulut pada kejuaraan Futsal Zona Sulawesi di Palu nantinya.

“Saat itu tawaran itu kami tolak karena Arief sendiri tak bersedia. Ia ingin tetap main di tim Futsal Sulbar,” kisah Irham.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR