Ikram Ibrahim. (Foto: Arham)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Terkait postingan Ikram Ibrahim beberapa waktu lalu di media sosial yang diduga menyinggung GP Ansor menjadi viral dan kontroversi yang berujung ke ranah hukum.

Hal itu GP Ansor merasa dirugikan adanya postingan itu yang terindikasi melecehkan organisasi.

Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) adalah sebuah organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang berafiliasi di bawah organisasi massa Islam terbesar di dunia, Nahdlatul Ulama (NU).

Abdul Hakim Madda, ketua GP Ansor Pasangkayu, Sulawesi Barat, saat ditemui di rumahnya seusai melaporkan mantan anggota DPRD Pasangkayu 2014-2019 tersebut mengatakan, secara pribadi sudah memaafkan.

Saat itu ia mengaku akan berkoordinasi dengan pengurus wilayah dan pusat soal ini. Pasalnya, ia tidak bisa mengambil kesimpulan dan keputusan sendiri.

Namun, setelah beberapa lama berselang, kedua belah pihak mencapai kesepakatan untuk berdamai seperti dilansir laman Penarakyatku.

Kesepatan damai antara Ikram Ibrahim dan GP Ansor berlangsung pada hari Jumat, 20 September 2019 di salah satu warkop di kota Pasangkayu.

Ikram Ibrahim menjelaskan, awalnya ia hanya iseng membagikan foto dan artikel yang menyinggung GP Ansor.

Ia mengaku tidak ada niat jahat terhadap salah satu organisasi terbesar di Indonesia itu.

Selain minta maaf atas tindakannya, Ikram juga bersedia bergabung dengan organisasi yang didirikan pada tanggal 24 April 1934 ini.

Lebih lanjut ia menyampaikan, NU bukan hal baru di hidupnya. Pasalnya, ia sempat bergabung di PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) yang juga salah satu organisasi kemahasiswaan yang berafiliasi ke NU.

Selain itu, mantan Ketua BEM Universitas Muslim Indonesia (UMI) sempat menjadi panitia Muktamar NU di Makasar, Sulawesi Selatan.

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR