Suasana audiensi antara tiga perwakilan warga Desa Pakava dan Komisi I DPRD Pasangkayu, Kamis, 12 April 2018. (Foto: Arham Bustaman)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Warga Pakava, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, mengancam akan melepaskan diri dari wilayah otonom Pasangkayu manakala pemerintah daerah ini mengabaikan kepentingan warga desa tersebut.

Hal itu disampaikan Panggo, salah satu tokoh masyarakat sekaligus ketua Adat Pakava, saat audiensi di ruang Komisi I DPRD Pasangkayu, Kamis, 12 Agustus 2018.

“Jika pemerintah daerah tidak peduli nasib kami, maka kami akan melepaskan diri dari daerah ini (Pasangkayu, red),” jelas Panggo.

Sebelum memasuki ruang rapat yang dipimpin Ikram Ibrahim ini dan diwakili tiga orang warga Desa Pakava sempat kesal. Pasalnya, mereka tak dicuhkan oleh salah satu anggota dewan.

“Kami ini warga punya hak, tapi kenapa tidak disambut. Padahal kami datang mau bicara baik-baik untuk menyampaikan persoalan kami,” kata Panggo dengan nada kesal.

Selain itu, seorang tokoh masyarakat yang sempat hadir, Rahmatsyah mengatakan, selain soal pembangunan infrastruktur, mereka juga membutuhkan fasilitas kesehatan dan tim medis.

Karena itu, Ikram Ibrahim langsung bertindak dan menyambut tiga orang warga Pakava tersebut untuk melakukan audiensi di ruang komisi untuk mendengarkan keinginan mereka.

Pada kesempatan itu, Ikram nenyampaikan akan menampung seluruh aspirasi warga dan akan menindaklanjuti dengan pihak Pemkab Pasangkaya demi mendapatkan solusi.

“Sebagai anggota dewan, tentu kami akan menampung seluruh aspirasi. Nanti akan ditindaklanjuti dengan pihak pemkab agar secepatnya mendapat perhatian,” kata Ikram Ibrahim.

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR