Kepala Puskesmas Randomayang, Hasna Kabo, tengah beri sambutan dalam kegiatan lepas sambut tim pencerah kesehatan di Matra, Bambalamotu, Sabtu, 6 Mei 2017. (Foto: Arham Bustaman)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Kiprah tim Pencerah Nusantara di Mamuju Utara (Matra) dianggap mampu memaksimalkan pelayanan hingga ke wilayah terpencil, khususnya di wilayah Kecamatan Bambalamotu.

Tim ini sudah terseleksi secara ketat. Terdiri dari lima personil, yakni dokter, bidan, perawat, dan tenaga kesehatan masyarakat serta seoarang sosiolog yang memiliki tugas dan fungsi yang berbeda. Kesemuanya ditempatkan di wilayah tertentu di seluruh nusantara.

Tujuannya untuk menampung partisipasi aktif para pemuda seluruh Indonesia sebagai jawaban atas ketimpangan akses layanan kesehatan yang masih terjadi antar daerah. Di matra sendiri adalah daerah yang masih dianggap belum memadai dalam hal pelayanan kesehatan.

Tim ini bertugas di Randomayang selama satu tahun. Targetnya, ada capaian peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Indikatornya, terjadi perbaikan kesehatan sebagai Standar Minimum Pelayanan (SPM) kesehatan dan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) sebagai agenda primer.

Selama satu tahun melakukan observasi itu, tim ini akan masuk ke pelosok di daerah ovserving itu. Tentunya, mereka akan melalui pelbagai rintangan dan hambatan.

Tapi demi optimalnya pelayanan dan mengangkat derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah tak terjangkau, semisal komunitas warga warga terasing. Tentunya memang ini ini bukanlah tugas yang mudah.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Puskemas Randomayang, Hasna Kabo, saat beri sambutan dalam acara Malam Apresiasi dan Lepas Sambut Pencerah Nusantara Mamuju Utara di Bambalamotu. Acara ini dihadiri camat dan seluruh kepala desa, para bidan desa dan kader serta ratusan warga di Kecamatan Bambalamotu, Sabtu, 6 Mei 2017.

“Kami sangat apresiasi kehadiran mereka (tim PN, red) atas dedikasi dalam memberikan pelayanan kesehatan di wilayah ini. Terlebih lagi jika mereka (tim ini, red) mampu menyadarkan pada warga tentang arti penting kesehatan. Bahkan Puskemas Randomayang mendapat penghargaan pelayanan terbaik tingkat provinsi, itu tak lepas dari peran serta tim PN ini,” jelas Hasna Kabo dengan suara berserak, tanda ia pilu yang nyaris tak kuasa lagi menahan tangis.

Senada dengan itu, Camat Bambalamotu, Masra, juga menyambut baik kehadiran tim ini. “Kehadiran tim PN di wilayah kita ini semoga dapat memberikan perubahan mindset dalam pola hidup sehata di masyarakat kita,” kata Masra.

Selain itu, Kepala Desa Pangiang, Fadli Basri, juga berpandangan yang sama. Menurutnya, warga di desanya telah mulai berubah berkat kehadiran tim ini.

“Tim ini sangat membantu masyarakat untuk lebih mengerti arti pentingnya kesehatan. Sebelumnya masih ada yang melahirkan di rumah, kini telah mulai datang ke fasilitas kesehatan yang tersedia,” kata Fadli.

Ketua Tim Pencerah Nusantara keempat, dr. Muh. Ilham Akbar, sungguh di alam bawah sadarnya belum mau sesumbar akan kerja kerasnya ini. “Saya menyadari masih sedikit yang kami berikan, namun sebuah harapan besar bahwa apa yang kami lakukan ini dapat bermanfaat bagi seluruh warga di Kecamatan Bambalamotu,” kata Ilham Akbar, merendah.

“Kami berharap tim PN selanjutnya yang akan bertugas dapat melanjutkan agenda yang belum teralisasi demi meningkatkan mutu kesehatan warga,” kata dokter tinggi semampai ini.

Mengabdi di dunia kesehatan memang tak muluk-muluk. “Masih banyak yang perlu dibenahi di wilayah ini. Tapi jika sinergitas itu terjadi antara seluruh elemen, yakinlah akan dituai perubahan yang bermakna dan mewujud sebagai jawaban dari harapan warga selama ini,” kunci dokter Ilham Akbar dengan penuh kesungguhan.

ARHAM BUSTAMAN/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR