Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol. Baharuddin Djafar (tengah) saat meresmikan Gedung SPKT yang disaksikan Kapolres Pasangkayu AKBP Made Ary Pradana (kiri) dan Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa (kanan), Pasangkayu, Kamis, 19 April 2018. (Foto: Arham)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Demi meningkatkan kwalitas pelayanan, Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol. Baharuddin Djafar akan mempertimbangkan penambahan personil yang diusulkan Kapolres Pasangkayu AKBP Made Ary Pradana.

Hal ini disampaikan Kapolda Sulawesi Barat saat meresmikan Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan peletakan batu pertama pembangunan gedung Satlantas Polres Pasangkayu, Kamis, 19 April 2018.

“Insya Allah, atas usulan Kapolres, kami akan pertimbangkan penambahan personil demi meningkatkan kinerja dan tugas kepolisian dalam melayani masyarakat,” kata Kapolda Sulawesi Barat.

Meski demikian, bila nanti ada penambahan, ia menghimbau agar personil yang sudah lama bertugas di Polres Pasangkayu tetap semangat bekerja dan tidak selalu mengingat cuti untuk pulang kampung.

Ia juga memuji dan berterimakasi kepada bupati Pasangkayu, karena dinilai mampu bersinergi dengan unsur muspida sebagai mitra kerja dalam membangun daerah ini.

Lanjut kapolda, pihaknya akan merokomendasikan polres lain di wilayah Sulawesi Barat agar bisa mencontoh apa yang dilakukan pemda Pasangkayu dalam konsep menata pembangunan Pasangkayu.

Mengenai permintaan Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa agar dalam seleksi penerimaan calon anggota polisi lebih memprioritaskan anak daerah, mantan Kapolres Dairi dan Tebing Tinggi, Sumatera Utara, ini menegaskan pihaknya hanya mampu mengusulkan.

Meskipun sudah diluncurkan konsep rekrutmen personel melalui pola Local boy for local job (personel yang ditempattugaskan berdekatan dengan domisili tanah kelahiran), namun pihaknya tidak bisa intervensi, sebab ini merupakan kebijakan nasional bebasis daring yang lebih terbuka agar tidam ada yang terzalimi.

Ini merupakan konsep pemberdayaan putra daerah yang telah lulus seleksi menjadi anggota Polri untuk mengembangkan karir di daerahnya sendiri sesuai Skep Kapolri No.Pol.: 1359/X/2000 tanggal 20 Oktober 2000 tentang Petunjuk Administrasi Pola Pembinaan Bintara Polri.

Terakhir ia memberikan wejangan agar anggota polri tidak takut untuk berbuat demi kepentingan orang banyak, dan menekankan setiap anggota Polri menjaga netralitas sebagai kunci keberhasilan polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR