HM Saal, Wakil Bupati Pasangkayu. (Foto: Arham)
TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Masih ingat ketika Haji Muhammad pakai alat bantu kaki ketiga saat ia berdiri lalu bergerak, berjalan? Lantaran itu, beberapa waktu lalu ia mengalami musibah. Kendaraan yang membawanya melintasi kabupaten tetangga, sopir yang mengemudikannya tak mampu menguasai setir, dan akhirnya mobil itu tersungkur di luar aspal.
Tapi itu telah lama berlalu. Saal kini sejatinya tak terlampau jauh dengan ketika masa-masa awal ia maju ke gelanggang.
HM Saal, Wakil Bupati Pasangkayu saat ini. Jalan periode kedua ia mendampingi Agus Ambo Djiwa, Bupati Pasangkayu. Pada pilkada yang akan dihelat pada 2020, Agus tak bisa lagi maju pada jabatan yang sama, calon bupati.
Terkait pelarangan ini, dalam UU No Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 58 huruf o undang-undang ini menegaskan, calon kepala daerah harus memenuhi syarat antara lain belum pernah menjabat sebagai kepala daerah selama dua kali masa jabatan dalam jabatan yang sama.
Selain masih aktif dengan rutinitas selaku Wakil Bupati Pasangkayu, HM Saal saat ini mulai sibuk menjaring bakal calon wakil bupati (cawabup) untuk persiapan Pilkada serentak 2020 mendatang.
Mencari figur calon wakil bupati membutuhkan banyak pertimbangan, selain faktor popularitas dan elektabilitas, kapasitas dan kapabilitas juga menjadi faktor yang tak kalah penting.
Saal mengaku akan menjaring secara selektif bakal cawabup yang akan menjadi pendampingnya, kelak. Hal itu ia ungkapkan kepada kru laman ini di kediaman pribadinya di Pasangkayu pada Kamis, 2 Agustus 2019.
Ada beberapa nama figur muda potensial yang masuk radar Saal, namun ia tidak mengizinkan dipublis sebelum ada pendaftaran.
“Bupati dan wakil bupati harus sinergis. Jadi dibutuhkan pendamping yang sejalan sesuai visi-misi yang diusung,” kata HM Saal.
Disinggung soal beberapa figur calon pesaing yang sudah mulai menyeruak, sebutlah misalnya Yaumil Ambo Jiwa, Abdullah Rasyid, dan Lukman Said, seorang tokoh Mandar ini mengaku itu lebih baik agar lebih demokratis.
“Makin banyak calon semakin baik, karena selain kompetitif juga semakin demokratis,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan akan melakukan harmonisasi bagi para elit terutama di kalangan masyarakat umum.
Di kesempatan berbeda, Muhammad Yusri Nur juga berpandangan sama. Ia pun yakin figur cabup yang muncul selama ini memiliki kriteria dengan segala kelebihannya.
Selaku ketua partai, Yusri membutuhkan beberapa pertimbangan baik sebagai partai koalisi, terlebih lagi jika DPP Perindo—partai tempatnya bernaung—memberikan mandat untuk maju.
ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR