Bupati Matra Agus Ambo Djiwa saat membuka sosialisasi Permendagri, Pasangkayu, Rabu, 12 April 2017. (Foto: Arham Bustaman)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Bupati Mamuju Utara Agus Ambo jiwa tak mampu menyembunyikan kekecewaannya terhadap jajarannya terutama kepala SKPD yang tidak hadir pada kegiatan sosialisasi perencanaan pembangunan daerah.

Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Sosialisasi Permendagri Nomor 18 Tahun 2016 sebagai Pedoman Penyusunan Pengendalian Dan Evaluasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2017 di aula Hotel Devonder Pasangkayu, Rabu, 12 April 2017.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini juga dihadiri kepala Bappeda Matra Firman, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Rohyadi yang didampingi staf khusus bupati bidang pembangunan Mulyadi.

“Sosialasasi ini dimaksudakn menambah pengalaman (SDM, red) bagi kita semua untuk meminimalisasi kendala agar tidak terjadi kesalahan dalam penyusunan APBD,” kata Agus dengan nada kesal.

Agus menambahkan beruntung pihak kemendagri bisa datang, pasalnya ilmunya sangat berarti demi perkembangan dan kemajuan daerah dengan meningkatkan SDM agar dapat terus berinovasi.

Ke depannya ia berharap seluruh kepala SKPD wajib ikut pelatihan perencanaan. Sebab ini sangat penting sehingga target bisa dicapai secara signifikan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

“Bila perencanaan tidak bagus maka dipastikan sulit mewujudkan pelaksanaan visi-misi  pembangunan daerah,” tambah bupati.

Database kata bupati sangat diperlukan dalam merumuskan perencanaan yang bagus, agar program di suatu SKPD dapat berjalan dengan baik pula.

Di akhir pembicaraan, ia berpesan kepada seluruh peserta agar melakukan perencanaan secara detil, karena semua kegagalan berawal dari perencanaan yang tidak cermat dan korupsi pun juga begitu.

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR