Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju menggelar Rapat Paripurna Istimewa pada Minggu, 14 Juli 2019 tentang Hari Jadi Mamuju ke-479. (Foto: Humas DPRD Mamuju)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Memperingati Hari Jadi Mamuju ke-479 tahun, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju menggelar Rapat Paripurna Istimewa pada Minggu, 14 Juli 2019.

Acara yang digelar di gedung baru DPRD Mamuju mengusung tema “Kembangkan Kearifan Lokal dan Pengelolaan Potensi untuk Meningkatkan Daya Tarik Daerah, Mewujudkan Kemajuan dan Kesejahteraan”.

Rapat paripurna di hari jadi Mamuju ini dipimpin oleh Wakil Gubernur Sulawesi Barat Hj Enny Anggraeni Anwar, Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, Ketua DPRD Mamuju dan Wakil Ketua DPRD Mamuju.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju menggelar Rapat Paripurna Istimewa pada Minggu, 14 Juli 2019 tentang Hari Jadi Mamuju ke-479. (Foto: Humas DPRD Mamuju)

Hadir pula para anggota DPRD Mamuju, Kapolda Sulawesi Barat, Ketua DPRD Sulbar, Raja Mamuju, Kepala OPD lingkup Pemkab Mamuju, serta beberapa tamu undangan lainnya.

Dalam siaran pers yang disampaikam Ketua DPRD Mamuju Hj. Sitti Suraidah Suhardi menyebutkan, momentum HUT Mamuju ke-479 menjadi momentum reflektif untuk menakar sejauh mana capaian-capaian kita dalam proses pembagunan ini.

“Kita ketahui bahwa hari jadi bagi setiap daerah bukan hanya sekedar mengajukan proses pemaknaan simbol terhadap kalkulasi durasi waktu yang telah dihabiskan dalam mengawal daerah ini menjadi daerah yang Mamuju,” jelas Sitti Suraidah.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju menggelar Rapat Paripurna Istimewa pada Minggu, 14 Juli 2019 tentang Hari Jadi Mamuju ke-479. (Foto: Humas DPRD Mamuju)

Namun Sitti Suraidah mengatakan, akan tetapi hari jadi Mamuju sesungguhnya momentum penting yang mengakulasi tiga era yaitu masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Legislator perempuan ini juga menjelaskan bahwa momentum hari jadi Mamuju mesti tetap didesain menjadi titik sentrum konsolidasi emosional dan ideologis di tengah kegamangan kita terhadap ancaman-ancaman disintegrasi oleh perilaku intoleransi politik.

“Tidak ada yang lebih penting atas kepentingan daerah ini selain menjaga warisan leluhur yang mendahulukan agenda peradaban yang tak mengabaikan bentang jalan perjuangan dengan penuh adab,” tutup Sitti Suraidah Suhardi. Advertorial

ARISMAN

TINGGALKAN KOMENTAR