Jenkatrin Lumpuh, Sehari Sebelumnya Divaksin

6021
Jenkatrin terbaring di RS Regional Sulawesi Barat.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Jenkatrin (25) seorang warga Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, terbaring di Rumah Sakit Regional Sulawesi Barat (RS Regional Sulbar) dalam kondisi lumpuh pada bagian kaki.

Kelumpuhan yang dialami perempuan yang baru lulus sarjana tahun lalu itu, diakuinya setelah menerima vaksinasi Covid-19 jenis Sinovac dosis pertama di Desa Karama sehari sebelumnya.

“Saya divaksin sekitar jam dua, habis itu malamnya saya pusing dan mual, saya bangun di pagi kakiku mulai keram, saya belum curiga, disangka efek tertindis karena tidur, tapi lama-lama kok tidak hilang-hilang. Saya panik, panggil mama dan papa. Kaki saya sudah tidak bisa diangkat,” ujar Jenkatrin saat ditemui di ruang perawatan tenda darurat RS Regional Sulbar, Minggu, 4 Juli 2021.

Sebenarnya, kata Jenkatrin, ia belum siap divaksin saat ia didatangi oleh pertugas vaksinasi Covid-19. Hanya saja ia dalam kondisi terpaksa atas berbagai desakan oleh petugas.

“Ada petugas yang merangkul tangan saya dan bilang kamu harus divaksin karena sering keluar kampung,” bebernya.

Ditanya soal proses screening, ia mengaku sudah membeberkan riwayat penyakitnya kepada petugas, yakni epilepsi (gangguan ketika aktivitas sel saraf di otak terganggu yang menyebabkan kejang) yang pernah dideritanya saat masih sekolah dulu.

“Saya sempat bilang saat ditanya kalau ada penyakit saya dulu, tapi tim medis tidak menanyakan lebih lanjut penyakit apa,” ujarnya.

Dikonfirmasi Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, Alamsyah, mengaku belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut sebab pihaknya belum melakukan konfirmasi ke pihak yang terkait, khususnya tim vaksinator yang terlibat langsung melakukan suntik vaksin terhadap Jenkatrin.

Jelasnya, lanjut Alamsyah, pihaknya sudah melihat kondisi Jenkatrin yang terbaring di rumah sakit, serta menindaklanjuti keluhan warga tersebut melalui uji pemeriksaan oleh Komda KIPI.

“Kita tunggu hasil pemeriksaan dari dokter ahli (Komda KIPI), juru suntik juga sudah dipanggil,” tulis Alamsyah melalui whatsapp, Minggu, 4 Juli.

Hingga berita ini ditulis, informasi dari pihak keluarga ‘korban’ mengaku sedang menunggu hasil pemeriksaan dari dokter ahli.

SUGIARTO Kontributor

TINGGALKAN KOMENTAR