Staf Operasional Pelayanan Publik Bulog Sub Divre Mamuju Muh. Rivai (kedua kiri) sedang diwawancarai wartawan saat melakukan Operasi Pasar Murah Beras di pasar lama Mamuju, Kamis, 25 Januari 2018. (Foto: Arisman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Mengantisipasi stok beras di pasaran yang dipredisksi akan mengalami kenaikan harga, Bulog Sub Divre Mamuju gelar pasar murah beras dengan pada Kamis, 25 Januari 2018.

Operasi pasar murah beras digelar di dua pasar yang ada di Kabupaten Mamuju, yakni pasar lama dan pasar baru. Dalam operasi pasar murah ini, Bulog Sub Divre Mamuju kerjasama dengan beberapa toko beras yang ada di Mamuju.

Diwawancarai di tempat dilaksanakannya operasi pasar murah, Muh. Rivai, Staf Operasional Pelayanan Publik Kantor Bulog Sub Divre Mamuju mengatakan, pasar murah ini akan dilaksanakan sampai tanggal 31 Maret 2018, sesuai surat Kementerian Perdagangan RI Nomor 1514/M-DAG/SD/12/2017.

“Pasar murah ini akan kami laksanakan sampai tanggal 31 Maret 2018,” kata Muh. Rivai.

Mengenai harga beras yang disebut harga murah itu, dipatok dengan harga sangat murah, yakni Rp 8.000 perkilo.

“Beras yang dijual di toko—yang merupakan mitra kami—dijual tidak melebihi harga eceran tertinggi di pasaran atau sesuai dengan aturan Menteri Perdagangan,” kata Muh. Rivai.

Ia menambahkan, “Harganya sangat murah dan tidak melebihi eceran tertinggi yang dijual di pasaran.”

Bagaimana dengan kualitas beras yang ditawarkan itu?

Muh. Rivai menjawab, “Kami siap pertanggungjawabkan kualitas beras yang dijual hari ini (Kamis, red). Jika perlu, silahkan lihat langsung ke gudang kami atau sekarang bisa juga diperiksa.”

Berapa banyak stok beras yang ada di Bulog Sub Divre Mamuju saat ini?

Menurut Rivai, stok beras yang ada sekarang sebanyak 900 ton, di mana itu bisa  menutupi stok beras sekitar 3 bulan ke depan.

“Karena itu kami distribusi di tiga kabupaten, yaitu Mamuju, Mamuju Tengah, dan Mamuju Utara. Kami distribusi sebanyak 168 ton untuk perbulannya,” sebut Muh. Rivai lagi.

Apakah Bulog Sub Divre Mamuju butuh atau akan terima beras impor?

“Untuk saat ini kita tak butuh besar impor,” tutup Muh. Rivai.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR