Jumpa pers di Kantor BPS Sulbar, Mamuju, Selasa, 1 Agustus 2017. (Foto: Risman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – berdasarkan rilis yang dikeluarkan BPS Sulbar, berdasarkan hasil survei dari 82 kota di Indonesia di bulan Juli, Mamuju mengalami inflasi sebesar 0,06 persen.

Sesuai dengan data dari BPS Sulbar, dari 82 kota di Indonesia yang disurvei di bulan Juli 2017, terdapat 59 kota yang mengalami inflasi dan 23 kota yang mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terdapat di kota Bau-bau, yakni 2,44 persen dengan IHK 134, 83 persen.

Kudian kota yang mengalami inflasi terendah berada di kota Meulobah, Atjeh, yaitu 0,01 persen dengan indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 127,99 persen.

“Dengan inflasi 0,06 yang dialami kota Mamuju dengan Indeks Harga Konsumen 129,00, Mamuju menempati urutan ke-53 dari 59 kota yang mengalami inflasi,” kata Suntono, Kepala BPS Sulbar, di Kantor BPS Sulbar, Selasa, 1 Agustus 2017.

Menurut Suntono, inflasi yang terjadi di Mamuju disebabkan karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh indeks harga pada tiga kelompok pengeluaran.

Tiga kelompok yang mengalami peningkatan harga, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,26 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,08 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 13,64 persen.

Sedangkan, kata Suntono lagi, ada tiga kelompok pengeluaran yang mengalami  deflasi yaitu: kelompok bahan makan 2, 47 persen; kelompok sandang 0,01 persen; dan ketiga kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,57 persen. Dimana kelompok kesehatan relatif stabil atau tidak mengalami perubahan.

“Jika dilihat dari perubahan indeks tahun kelender bulan Juli 2017, di Mamuju  infalsi sebesar 2,27 persen. Sedangkan tingkat perubahan indeks dari tahun ke tahun–Juli 2017 ke Juli 2016—inflasinya sebesar 3,59 persen,” tutup Suntono.

RISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR