Tri Adi Riyanto (kedua kanan) dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Barat dan sejumlah pemateri dari BI pusat, d'Maleo Hotel and Convention Mamuju, Selasa, 24 April 2018. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Barat menggelar sosialisasi manfaat dan resiko pembayaran ritel di Indonesia di d’Maleo Hotel and Convention Mamuju, Selasa, 24 April 2018.

Diwawancara usai acara, Tri Adi Riyanto, Tim Perwakilan BI Sulawesi Barat mengatakan, dengan sosialisasi ini kita berharap agar masyarakat Sulawesi Barat terutama di Mamuju harus mengetahui cara pembayaran kartu kredit (pembayaran non tunai).

“Resiko-resiko itu belum kita sadari secara penuh di mana pembayaran dengan menggesekkan kartu di alat tertentu itu bisa saja merekam data-data yang ada di kartu kita. Sehingga dengan leluasa oknum-oknum tak bertanggung jawab menyalahgunakan dan menggunakan data-data kita yang sudah terekam di alat tersebut,” kata Tri Adi Riyanto.

Olehnya itu, katanya, kami berharap dengan sosialisasi ini pengguna kartu kredit atau yang sering melakukan pembayaran non tunai dapat mengetahui resiko dan dampak seperti apa, dan juga tentu mengetahui langkah apa yang akan diambil jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Sejauh ini sudah ada masalah yang didapatkan?

Katanya, selama ini kita belum menerima adanya laporan terkait hal demikian tetapi ke depan kita perlu antisipasi kejadian-kejadian seperti itu di mana itu sudah banyak terjadi di daerah daerah lain.

“Kita juga akan mendorong bank-bank yang berada di naungan Perwakilan BI Sulaweai Barat agar sering mengecek mesin ATM-nya secara langsung guna menghindari alat yang dapat merekam data-data nasabah yang sengaja dipasang oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab,” ujar Tri Adi Riyanto.

Sekali lagi, katanya, saya sampaikan agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan perbayaran dalam hal menggunakan kartu kredit baik di mesin ATM sendiri maupun di tempat penjualan lainnya.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR