Tampak Kapolres Mamuju Metro AKBP Mohammad Rivai Arvan di barisan depan ketika foto bersama sebelum turun langsung bersih-bersih got di seputar Jalan Arteri dan Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju, Sabtu pagi, 28 April 2018. (Foto: Ist.)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Bahan tulisan ini hasil copyan dari beberapa potongan tautan Kapolres Mamuju Metro AKBP Mohammad Rivai Arvan dalam grup perbincangan WhatsApp Sahabat Rivai Arvan pada Sabtu, 28 April 2018—dan telah terkonfirmasi kepada pembuat chating yang bersangkutan.

Pada Sabtu pagi, sejumlah jajaran Polres Mamuju da Dandim 1418 Mamuju—termasuk segelintir wartawan yang sempat ikut—berkumpul di lapangan Makodim Mamuju itu.

“Tadi pihak kebersihan juga ikut membantu dengan menyediakan truk pengangkut sampah,” tulis Rivai Arvan dalam grup WhatsApp itu.

Dari sini, menurut Kapolres Mamuju ini, bisa kita nilai bahwa sebenarnya kota Mamuju butuh orang-orang yang berkompeten, mau bekerja dan turun langsung.

“Kalau hanya sekadar dapat jabatan dan duduk aja di kursi, sepertinya kurang tepat menjadi pejabat, apalagi hanya mengandalkan kerja anggota di lapangan. Mereka harus turun dan terlibat langsung. Presiden kita sudah sering sekali mencontohkan itu,” tulis Rivai Arvan.

Dikutip dari tautan itu lagi, sepanjang jalan arteri sangat kotor, sampah berserakan di mana-mana. Dua truk sampah plastik kami kumpulkan, ada 2-3 ton sampah.

Tampak sejumlah aparat Kepolisian dan TNI dari Kodim 1418 Mamuju sedang membersihkan di Jalan Arteri Mamuju, Sabtu pagi, 28 April 2018. (Foto: Ist.)

“Kami bersihkan kira-kira sepanjang 2-3 km. Harapan saya dan teman-teman, yang membidangi ini segera merespon dan lajutkan bersihkan sampai selesai,” begitu harapan Mohammad Rivai Arvan.

Rivai Arvan “menyentil sindiran” dengan mengatakan maksudnya begini: kalau di tempat yang telah dibersihkan itu kotor lagi, dan pihak-pihak yang berkompeten belumlah juga peduli, ya, kami turun lagi sampai mereka-mereka—yang berkompeten di bidang itu—sadar diri atas amanah yang sesungguhnya mereka emban.

Tambahannya, ia juga bilang, Kapolda sudah sangat sering mencontohkan mappacing dengan turun langsung korek-korek sampah di got loh.

“Tapi pihak-pihak yang berkompeten tak ada juga responnya. Ini saya galakkan lagi. Sentil-sentil Kapolda ke pejabat yang berkompeten. Kira-kira respon ndak. Kalau tak respon juga, dan tak ada action (baca: aksi), kita buat terus sampai membara, biar semua pada melek bahwa menjadi pejabat itu mesti melayani rakyatnya,” kutipan langsung dari chating Mohammad Rivai Arvan.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR