Foto bersama di tempat wisata bahari Pantai Batu Rede kru Radio Bamba Manurung dan Kadis Parpora Mamuju Tengah Hj. Irha Djamaluddin (kedua kanan), Topoyo, Minggu, 6 Mei 2018. (Foto: Ishaka M. Toib)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Radio ibarat kendaraan transportasi informai. Media audio ini memiliki keungulan karena bisa menjangkau publik, kapan dan di mana pun berada.

Jangkauan siarannya bisa didengar di wilayah pelosok sekalipun. Dia menjadi kendaraan atau jembatan informasi agar bisa sampai ke masyarakat.

Saat ini, satu-saatunya radio siaran swasta lokal pertama di Kabupaten Mamuju Tengah yang mengudara dengan frekuensi  89,7 FM.

Radio Bamba Manurung (RBBM) ini merayakan hari ulang tahunnya (unnyversary) ke-3. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, kru RBBM menggelar pemotongan tumpeng di kawasan wisata bahari Batu Rede Beach, Minggu, 6 Mei 2018.

Selain dihadiri oleh Bang Dul yang juga CEO RBBM, sejumlah kolega atau mitra kerja turut hadir pada acara yang dikemas sederhana, di mana tamu undangan duduk melantai di bawah sebuah tenda yang menghadap ke arah pantai.

Tamu penting lainnya, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mamuju Tengah Hj. Irha Djamaluddin, dan dua orang Anggota DPRD Mamuju Tengah, salah satunya Diana Ritonga, politisi dari Partai Persatuan Pembangunan Mamuju Tengah.

Pemerintah daerah bersama DPRD Mamuju Tengah sedang menggodok peraturan daerah (Perda) yang mengatur tentang eksistensi radio siaran swasta.

“Perda sementara digodok oleh Pansus. Insya Allah setelah Perda ini rampung akan diteruskan ke Kementerian Kominfo,” ujar seorang legislator Mamuju Tengah dari Partai Golkar ini.

Kepada kru laman ini Irha Djamaluddin memberikan apresiasi atas keberadaan RBM yang kini memasuki usia tiga tahun.

“Selamat kepada Radio Bamba Manurung. Semoga jaya terus di udara,” puji Irha dalam arahannya.

Dia mengakui bahwa RBM ini erat kaitannya dengan masyarakat dan Pemkab Mamuju Tengah. Kami sharing dengan radio ini untuk mempromosikan atau memperkenalkan tempat-tempat pariwisata yang ada di daerah ini.

“Radio ini (RBBM) tidak ada tandingannya di Mamuju tengah, walaupun kami memiliki radio pemerintah daerah. Melalui radio ini pula kami harapkan kepada krunya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat dan generasi muda tentang bahaya narkoba,” kata Irha.

Sementara itu, CEO Radio Bamba Manurung, Bang Dul dalam sambutan singkatnya menyampaikan, sejak berdiri tahun 2015, pernah selama setahun vakum.

Berkat kerja keras dan perjuangan tidak pantang menyerah, pada Agustus 2016, Bang Dul dan kawan-kawan menghadap ke Kemenkominfo.

“Alhamdulillah, ada sinyal yang diberikan kementerian. Silahkan mengudara, sambil menunggu proses keluarnya izin,” ungkap Bang Dul.

Management radio ini bekerja secara profesional. hadir pasca terbentuknya Mamuju Tengah sebagai daerah otonomi baru. Begitu mengudara, sampai saat ini langsung mendapat respons dari masyarakat dan Pemkab Mamuju Tengah. Dukungan positip ini setelah pihak management melakukan survey terhadap respon masyarakat.

Dia menambahkan, pihaknya berkomitmen menjaga nilai-nilai sosial yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat Mamuju Tengah. Kami hadir, lanjutnya, mengisi ruang-ruang udara yang sebelumnya kosong di wilayah ini.

“Radio Bamba Manurung ini juga berkomitmen untuk secara bersama-sama membangun daerah ini. Langit Topoyo menyapa dunia,” pungkas Bang Dul yang juga karyawan Kalla Toyota ini.

ISHAKA MUHAMMAD TOIB

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR